Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Penemuan Spesies Baru di Gua Karst Kamboja: Pit Viper Pirus hingga Tokek dan Ular Terbang

123
×

Penemuan Spesies Baru di Gua Karst Kamboja: Pit Viper Pirus hingga Tokek dan Ular Terbang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Survei biodiversitas terbaru mengungkap setidaknya 11 spesies baru bagi ilmu pengetahuan di sistem gua karst Provinsi Battambang, barat laut Kamboja. Penemuan ini menegaskan kekayaan ekosistem karst yang rapuh dan belum banyak tereksplorasi di negara tersebut.

Survei yang dipimpin oleh program Fauna & Flora Kamboja bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja tersebut menjelajahi 64 gua di 10 bukit antara November 2023 hingga Juli 2025. Hasilnya dipublikasikan dalam laporan resmi pada Senin (23 Maret 2026).

Baca juga :  Gelar Tarawih Keliling, Polres Purwakarta Sampaikan Pesan Kamtibmas

Di antara temuan utama adalah ular pit viper berwarna pirus (dari genus Trimeresurus) yang masih dalam proses deskripsi formal, satu spesies ular terbang, serta beberapa jenis tokek (gecko). Selain itu, telah resmi dideskripsikan tiga spesies tokek baru, dua mikro-siput, dan dua millipede. Tiga tokek tambahan serta pit viper juga sedang dalam tahap identifikasi lebih lanjut.

Baca juga :  Keterlambatan Gaji THL/TA Dinilai Lemahnya Kinerja Pengelolaan Anggaran Pemkab Purwakarta

Spesies-spesies ini banyak ditemukan di malam hari ketika hewan aktif, dan sebagian besar bersifat endemik karena adaptasi khusus terhadap habitat gua yang terisolasi. Karst Battambang, dengan tebing batu kapur kuno dan sistem gua tersembunyi, menjadi habitat unik yang mendukung keanekaragaman hayati tinggi, meski rentan terhadap ancaman seperti pertambangan semen dan industri ekstraktif.

Survei juga mencatat keberadaan spesies terancam punah secara global, seperti pangolin Sunda, lutung perak Indochina, monyet ekor panjang, dan burung merak hijau. Temuan ini semakin menekankan pentingnya perlindungan lanskap karst yang sebagian besar belum terlindungi secara memadai.

Baca juga :  BI Cabut dan Tarik Puluhan Jenis Uang Rupiah Lama dari Peredaran

Para konservasionis menyerukan upaya perlindungan lebih kuat terhadap ekosistem karst Kamboja untuk mencegah hilangnya spesies sebelum sempat didokumentasikan. Laporan lengkap dapat diakses melalui situs Fauna & Flora.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa banyak kehidupan di Bumi masih menunggu untuk ditemukan, terutama di habitat tersembunyi seperti gua-gua limestone Asia Tenggara.

Baca juga :  Doa Bersama Warga Binaan Lapas Cianjur Untuk Indonesia
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!