Dpnews Indonesia || Karawang – Pengerjaan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bukan hanya pada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) semata. Jauh dari itu banyak oknum yang “bermain” dalam pengerjaan tersebut. Dan beberapa titik Rutilahu di kecamatan Cibuaya di bangun tanpa pengajuan proposal, diduga sengaja di lakukan pihak pemborong untuk meraup keuntungan semata. Sabtu (09/03/24).
Dengan tidak adanya kejelasan, terkait anggaran yang di gunakan untuk pembangunan Rutilahu di beberapa titik, di kecamatan Cibuaya diduga sengaja di lakukan pihak pemborong untuk meraup untung. Saat di konfirmasi melalui via whatsaap dengan nama panggilan Ucil, yang mengaku sebagai pengawas, menerangkan pada awak media, terkait anggaran dan proposal.
“Iya pak, saya hanya pengawas barang. Untuk anggaran sendiri saya tidak tahu dari mana. Dan untuk proposal baru mau di ambil besok, di pak lurah,” jelasnya.
Saat kami datangi lokasi Rutilahu, progres bangunan nya 85% hampir selesai. Namun menurut Ucik saat di telpon, bahwa iya hanya di perintah bosnya untuk mengerjakan Rutilahu di beberapa titik di kecamatan Cibuaya.
“Iya pak,. Pembangunan ada yang sudah selesai ada juga yang baru 85%. Untuk proposal belum ada yang di ajukan pak. Saya hanya di suruh sama bos pak, besok baru mau saya ambil proposal ke pak lurah,” tutup nya.
Menurut informasi beberapa titik Rutilahu tersebut di ketahui oleh pihak kecamatan, tepat nya Kasi Kesos kecamatan Cibuaya. Namun saat di konfirmasi, Wartam selaku Kasi Kesos yang awalnya menjawab, tiba tiba membisu tanpa kata.
“Maaf ini siapa ya, ya ada apa aa.” Ucapnya lalu membisu.
Dengan adanya foto Selpi Wartam di depan Rutilahu, yang sudah selesai diduga kuat bahwa Kasi Kesos kecamatan Cibuaya tersebut mengetahui tentang anggaran program Rutilahu yang di bangun tanpa proposal tersebut.
Sangat di sayangkan ketika di konfirmasi terkait anggaran Rutilahu. Wartam selaku Kasi Kesos enggan berbicara alias membisu. Dan pihak mandor/pemborong selalu beralasan saat di ajak bertemu untuk di konfirmasi oleh awak media. Terkait berapa besar anggaran di setiap titik dan dari mana anggaran tersebut yang di gunakan.
“Urang di loji” tutupnya
Hingga berita ini diterbitkan. Pihak pemborong dan Kasi Kesos kecamatan Cibuaya, sulit untuk di konfirmasi. Selanjut nya awak media akan mencoba datang langsung ke Dinas PRKP kabupaten Karawang untuk mencari jawaban terkait anggaran Rutilahu tanpa proposal tersebut.











