Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Proyek Pemeliharaan Gapura Kota Purwakarta Rp 587 Juta Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

25
×

Proyek Pemeliharaan Gapura Kota Purwakarta Rp 587 Juta Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Purwakarta – Proyek Pemeliharaan Gapura Kota yang digarap oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Proyek yang menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah tersebut dinilai memiliki spesifikasi pekerjaan yang memprihatinkan dan terkesan terbengkalai di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini berjalan berdasarkan Nomor Pesanan EP-DWWE96PB42H785N6EQ211ZKJ tertanggal 2 Juli 2026. Proyek Pekerjaan Konstruksi yang masuk dalam etalase produk pemeliharaan ini mengikat kontrak resmi dengan nomor 17/SPK/PPK-Pemel Gapura Kota/DISPERKIM/VII/2026.

Baca juga :  Kejagung Amankan Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara di Bandara Soekarno-Hatta

Sesuai Papan Informasi Anggaran yang terpampang di lokasi,Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengalokasikan total anggaran yang cukup fantastis untuk pemeliharaan ini, yaitu sebesar Rp587.939.809,00 (Lima Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Delapan Ratus Sembilan Rupiah).

Bertindak sebagai pihak pelaksana atau kontraktor dalam proyek ini adalah CV. ARSYILA KUSUMA WIJAYA, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.Namun, memasuki bulan September, kondisi fisik di lapangan justru memicu pertanyaan besar dari warga dan pemerhati kebijakan publik.

Alih-alih mempercantik estetika gerbang masuk kota, kualitas pengerjaan proyek dinilai sama sekali tidak sebanding dengan nilai kontrak yang mendekati angka 600 juta rupiah tersebut.

Baca juga :  Pasangan Karna-Koko Prioritaskan Program Unggulan Di Kampanye Terbatasnya

Keluhan senada disampaikan oleh RA (45), salah seorang warga yang sehari-hari berkantor dan melintasi area pembangunan tersebut. Ia menyayangkan pengerjaan proyek yang dinilai amburadul dan tidak profesional.

“Kami sebagai warga sangat kecewa. Uang rakyat ratusan juta habis, tapi hasilnya seperti ini. Ada bagian yang sudah dipasang terus dibongkar lagi, terkesan asal-asalan seperti tidak ada gambar atau perencanaan yang matang sebelumnya. Pekerja di lokasi juga jarang terlihat konsisten, jadi kesannya malah terbengkalai dan mengotori pemandangan kota,” ujar RA dengan nada kecewa kepada awak media, Senin (7/9/2026).

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak Disperkim Kabupaten Purwakarta maupun perwakilan CV. Arsyila Kusuma Wijaya terkait progres realisasi pekerjaan dan teknis spesifikasi yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Baca juga :  Wujudkan Mudik Ceria Penuh Makna, Polres Purwakarta Mulai Siapkan Pos Pengamanan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!