Scroll untuk baca artikel
Berita

Perpisahan dan Kenaikan Kelas YPI Assalafiyyah Assirojiyyah Diwarnai Santunan untuk 170 Anak Yatim dan Dhuafa

229
×

Perpisahan dan Kenaikan Kelas YPI Assalafiyyah Assirojiyyah Diwarnai Santunan untuk 170 Anak Yatim dan Dhuafa

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Suasana haru bercampur suka cita mewarnai halaman Yayasan Pendidikan Islam Assalafiyyah Assirojiyyah, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon. Kamis 25 Juni 2026, madrasah ini menyatukan agenda perpisahan dan kenaikan kelas MI, MTs, dan MA dengan santunan rutin untuk anak yatim, piatu, dan dhuafa.

Bekerja sama dengan DT Peduli Cianjur, sebanyak 170 anak menerima manfaat. Penyaluran tidak hanya untuk siswa MTs dan MA Assalafiyyah Assirojiyyah, tetapi juga menyasar siswa MI serta anak SD/MI di sekitar pesantren.

Baca juga :  Sosialisasi Pengawasan Partisipatif oleh Bawaslu Purwakarta Dalam Pengawasan Pilkada 2024

Kepala MTs Assalafiyyah Assirojiyyah, Endah Wahyudin, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan. “Kami ingin anak yatim dan dhuafa di jenjang MI, MTs, maupun MA tetap punya kesempatan dan semangat belajar setara dengan teman-temannya,” ujarnya.

Agenda 10 Muharam yang rutin digelar setiap tahun itu pada 2026 terasa lebih khidmat karena berbarengan dengan pelepasan siswa MI, MTs, dan MA. Tangis haru siswa kelas akhir berbaur dengan senyum penerima santunan.

Dana santunan dihimpun dari iuran dewan guru, warga lewat komunitas Agniya, para dermawan, serta celengan Kencleng DT Peduli. Hadir pula orang tua penerima, dewan guru MI-MTs-MA, tokoh masyarakat, dan aparatur desa.

Baca juga :  Sambangi Pengusaha Mebel Kayu Bhabinkamtibmas Desa Kertabasuki Sampaikan Pesan Kamtibmas

Pengelola DT Peduli Cianjur, Runi Ekaningtias, mengapresiasi kolaborasi lintas jenjang ini. “Sinergi YPI Assalafiyyah Assirojiyyah dari MI sampai MA membuat program kepedulian bisa berjalan konsisten setiap tahun,” katanya.

Bagi 170 penerima, santunan ini lebih dari sekadar bantuan materi. Ini bukti nyata bahwa mereka tidak berjuang sendiri. Ada madrasah, guru, dan warga yang terus mengawal masa depan pendidikan mereka.

Baca juga :  Dua Pelaku Curanmor di Metland Tambun Diamankan Polsek Tambun Selatan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!