Dpnews Indonesia || Cianjur – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan bahwa ketersediaan energi di wilayah operasinya, termasuk Jawa Barat, masih terjaga dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri, bahkan setelahnya saat aktivitas kembali normal.
Stok BBM dan elpiji di wilayah Regional Jawa Bagian Barat dalam keadaan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik selama masa Ramadan dan Idulfitri maupun setelahnya.
Angka stok BBM yang sering disebutkan kepada publik merupakan stok berjalan, bukan stok yang bersifat tetap atau akan habis dalam hitungan waktu tertentu. Artinya, pasokan BBM akan terus diperbarui secara berkelanjutan sehingga ketersediaannya tetap terjaga.
Untuk wilayah Kabupaten Cianjur, pasokan BBM disuplai dari Terminal BBM Padalarang melalui mobil tangki yang kemudian didistribusikan ke sejumlah SPBU. Hingga saat ini, distribusi tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.
Pertamina juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi menjelang puncak arus mudik dan peningkatan konsumsi BBM. Salah satunya dengan memperkuat stok di sejumlah SPBU.
Peningkatan permintaan BBM diprediksi terjadi mulai pertengahan Maret 2026, seiring dengan dimulainya arus mudik Lebaran.
“Kami sudah mulai melakukan build up atau penguatan stok di SPBU, karena diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sekitar tanggal 13 hingga 20 Maret, saat arus mudik mulai meningkat,” ungkap Susanto.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena ketersediaan stok dijamin aman. Selain itu, masyarakat diminta tidak menimbun BBM, terutama BBM subsidi, karena tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat luas dan berpotensi melanggar hukum.
Pertamina memastikan seluruh rantai distribusi energi dari hulu hingga hilir terus dipantau secara terpadu untuk menjamin ketersediaan pasokan di masyarakat.











