Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi, RMI PCNU Cianjur Bekali Santri Keterampilan Pangkas Rambut

68
×

Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi, RMI PCNU Cianjur Bekali Santri Keterampilan Pangkas Rambut

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Rabithah Ma’ahid Islamiyah PCNU Kabupaten Cianjur menggelar Pelatihan Pangkas Rambut untuk santri Se-Kabupaten Cianjur. Acara berlangsung di Gedung PCNU Cianjur, Jl. Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Minggu 21/6/2026. Sebanyak 100 santri dari 50 pondok pesantren hadir sebagai peserta. Mereka tidak hanya dibekali materi, tapi juga mendapat paket alat pangkas rambut lengkap sebagai modal awal usaha.

Pelatihan ini lahir dari . Cianjur terhadap tantangan ekonomi lulusan pesantren. Ketua Panitia Pelaksana, Jamiludin, S.Pd.I., M.M., menegaskan kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Tujuannya jelas: menguatkan kompetensi vokasional santri agar bisa mandiri secara finansial. “Kami ingin santri punya bekal nyata. Setelah pulang, mereka bisa langsung produktif dan menciptakan peluang ekonomi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Baca juga :  Dua ART Nekat Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Luka Patah Tulang

Dukungan penuh mengalir dari berbagai pihak. Aktivis NU Cianjur yang akrab disapa KJM menyampaikan apresiasi kepada Bupati Cianjur, Kapolres Cianjur, BAZNAS Kabupaten Cianjur, PLN UP3 Cianjur, Kementerian Agama, Komunitas Pangkas Rambut Cianjur, BEM PTNU, serta seluruh pihak yang berkontribusi. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai kunci agar program pemberdayaan berjalan berkelanjutan.

Ketua RMI PCNU Kabupaten Cianjur, KH. Endang Badruzzaman, menekankan pentingnya adaptasi pesantren terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, santri masa kini harus menguasai tiga pilar: ilmu agama, akhlak mulia, dan keterampilan praktis. “Pesantren tidak boleh tertinggal. Santri harus mampu berdiri mandiri, bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat luas,” ungkapnya.

BAZNAS Kabupaten Cianjur juga hadir sebagai mitra strategis. Pimpinan BAZNAS, H. Muhamad Ihsan, S.E., menyebut peningkatan kapasitas santri sebagai investasi sosial jangka panjang. “Ketika santri mandiri secara ekonomi, dampaknya akan dirasakan umat. Ini bentuk nyata pemberdayaan zakat untuk kemaslahatan,” jelasnya.

Baca juga :  Danramil 1702 Maja Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024

Apresiasi serupa datang dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Kepala Bidang Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ahmad Syukri, S.S., memuji langkah RMI PCNU Cianjur menghadirkan pelatihan berbasis keterampilan. Ia menilai pesantren punya potensi besar mencetak generasi yang unggul secara spiritual, intelektual, sekaligus terampil menghadapi tantangan hidup.

Pemerintah daerah turut mendukung penuh. Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian hadir dan memberikan semangat langsung kepada para peserta. Ia berharap pelatihan ini melahirkan santri kreatif yang berani membuka usaha. “Pemkab Cianjur siap mengawal program pemberdayaan santri. Semoga ini langkah awal lahirnya wirausahawan baru dari pesantren untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selama pelatihan, peserta dibimbing langsung oleh instruktur dari Komunitas Pangkas Rambut Cianjur. Materinya mulai dari teknik dasar memotong, merapikan, hingga pelayanan pelanggan. Suasana kelas dibuat interaktif agar santri cepat menguasai skill. Dengan alat yang sudah diberikan, mereka bisa langsung praktik dan membuka usaha kecil di pesantren masing-masing.

Melalui program ini, RMI PCNU Kabupaten Cianjur ingin menegaskan peran pesantren lebih dari sekadar pusat pendidikan agama. Pesantren juga harus menjadi pabrik pencetak SDM berdaya saing. Harapannya, keterampilan pangkas rambut menjadi pintu masuk kemandirian ekonomi santri, sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah.

Baca juga :  Dandim 0617/Majalengka Lakukan Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kecamatan Leuwimunding
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!