Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Pihak Hotel Iora Klarifikasi Perihal Running Teks Yang Kena Retas

513
×

Pihak Hotel Iora Klarifikasi Perihal Running Teks Yang Kena Retas

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bekasi – Ramainya pemberitaan di media tentang running Teks, pihak Iora Hotel mengklarifikasi mengenai running teks yang telah kena retas di hari Sabtu 2 Agustus 2025 itu mutlak pihak kami hotel Iora tidak mengetahui, kami juga sudah melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian, (4/8).

‎Menanggapi, pengelola Hotel Iora Ibu Anna membantah hal tersebut dan mengatakan isu ini sangat merugikan pihaknya.

Baca juga :  Sempat Dirawat, Dua Orang Jemaah Haji Asal Cianjur Meninggal Dunia

‎”Itu semua tidak benar! Issu ini sangat merugikan kami selaku pihak pengusaha yang mengais rejeki dengan menawarkan jasa penginapan. Selama ini kami murni menerapkan prinsip perhotelan sesuai SOP, “Running teks ini diduga dilakukan pihak oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga :  Polres Purwakarta Ikuti Pembinaan dan Pemulihan Profesi Dari Polda Jawa Barat

Realnya running teks itu kata-kata hanya Welcome terus kita menerima tamu dibawahnya itu ada tulisan harga Rp. 170 ribu tidak lebih dari itu tidak ada kata-kata seperti diberitakan maupun di media lain,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan kami dari tanggal 20 tahun 2021 semenjak buka hotel itu dari pihak manajemen tidak menerima yang namanya open BO ataupun Prostitusi, bentuknya apapun itu kita tidak menerima karena kamipun sudah dihimbau oleh aparatur keamanan tidak boleh menerima yang bentuk nya Prostitusi.

Baca juga :  Aiman Witjaksono Beri Keterangan ke Polda Metro Jaya Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Kami sangat dirugikan Adanya pemberitaan yang terjadi terhadap Hotel kami,” tandasnya.

‎Anna menjelaskan bahwa terdapat standar prosedur dalam pelayanan hotel. Dia mengatakan ada pengecekan identitas sebelum cek-in kamar.

Baca juga :  Kami Mengecam Adanya Opini Liar Yang Mempertanyakan Netralitas Polri Dalam Pilkada

‎”Jadi kalau misalnya ada tamu, mereka akan melalui pihak resepsionis menunjukkan identitas sebelum check-in, kemudian bukti reservasi dan membayar lalu diberikan kunci oleh pihak kami,” jelasnya.

‎”Adapun pelayanan SOP kamar misalnya: pembersihan setiap hari oleh staf housekeeping, pemberian makan sesuai kesepakatan serta rasa aman. Nah, masalah didalam kamar adalah ruang privasi tamu, ini yang diluar sepengetahuan kami,” tambah Anna.

Baca juga :  Ganjar Pranowo Buka Debat Capres 2024 Di Istora

‎Kata Anna, jika ada karyawan atau staf nya yang terlibat, maka dia tidak segan-segan memberi sanksi pemecatan.

‎Tapi meski begitu, dia mengatakan hal ini tetap menjadi pelajaran.

‎”Ini konsekuensi dari kami sebagai pengusaha penginapan, kadang dapat cacian dari pelanggan atau tudingan dari luar. Kita petik saja hikmahnya nanti. Dan saya harap kita semua lebih hati- hati kedepan supaya tidak mudah terperdaya dengan aplikasi serupa,” ujarnya.

Baca juga :  KemenP2MI Imbau Calon PMI Waspada Perekrutan Ilegal: Ini Tips Terbaru agar Terhindar dari Jerat Penipuan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!