Dpnews Indonesia || Yogyakarta – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Pada Jumat (28/8/2026) pukul 21.22 WIB, gunung api tersebut meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat peristiwa itu memiliki amplitudo maksimum 87,74 mm dengan durasi 116,97 detik. Laporan pengamatan periode 00.00–06.00 WIB Sabtu (29/8/2026) juga mencatat lima kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III atau Siaga. Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati daerah bahaya, termasuk alur sungai yang berhulu di gunung tersebut, serta mematuhi seluruh rekomendasi resmi.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km) serta sektor tenggara (Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km). Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta tetap waspada dan memantau informasi resmi dari Badan Geologi atau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).











