Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan Tanpa Pemotongan Anggaran

237
×

Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan Tanpa Pemotongan Anggaran

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas nasional. Dalam pernyataan terbarunya, Prabowo menyatakan program tersebut akan terus dilaksanakan tanpa pemotongan anggaran, meskipun di tengah tekanan efisiensi fiskal akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk antara Iran, AS, dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam dialog bersama pakar, jurnalis, dan pemerhati sosial di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Kamis (19/3/2026), yang kemudian ditayangkan melalui kanal YouTube resmi pada Minggu (22/3/2026) dengan judul “Prabowo Menjawab 2“.

Baca juga :  Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 10,27 Triliun Hasil Kerja Satgas PKH ke Kas Negara

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa anggaran MBG lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan rakyat, khususnya mengatasi masalah stunting dan malnutrisi pada anak-anak di daerah pedesaan.

Baca juga :  Prabowo Instruksikan Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai Jika Tak Mampu Kerja

Presiden menggambarkan kondisi yang ia saksikan langsung selama masa kampanye, di mana banyak anak berusia 11 tahun memiliki postur tubuh seperti anak berusia 4 tahun akibat kekurangan gizi.

“Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” tegasnya, seraya menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.

Baca juga :  Kadus 5 Sukadami Gelar Silahturahmi dan Buka Bersama di Aula Wibawa Sundara

Program MBG, yang telah berjalan sejak awal pemerintahan Prabowo, disebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat dan menciptakan lapangan kerja signifikan melalui pengoperasian ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta keterlibatan petani, nelayan, dan UMKM lokal.

Meski demikian, pemerintah tengah melakukan evaluasi dan penyesuaian, termasuk penghentian sementara operasional lebih dari 1.000 dapur SPPG untuk pembenahan standar kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan.

Baca juga :  Pelaksanaan Roadshow Konsolidasi Kader Partai Gerindra Untuk Pemenangan Pilgub dan Pilbup

Pernyataan Presiden ini muncul di tengah diskusi publik mengenai efisiensi anggaran negara akibat dampak krisis global. Pemerintah menyatakan tetap memiliki ruang untuk penghematan di sektor lain tanpa mengganggu program prioritas seperti MBG.

Program ini terus menjadi salah satu flagship kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengurangi kerawanan pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga :  KSP Awasi Ketat Program MBG, Pastikan Tak Ada Penjualan Titik Dapur
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!