Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Presiden Prabowo Subianto Tanggapi Kritik Militerisme: Kritik Menyelamatkan, Saya Terima Kasih

232
×

Presiden Prabowo Subianto Tanggapi Kritik Militerisme: Kritik Menyelamatkan, Saya Terima Kasih

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sikap terbuka terhadap kritik dalam pidato puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Pidato tersebut menjadi sorotan karena secara langsung merespons tudingan sejumlah pihak yang menyebut pemerintahannya berupaya menghidupkan kembali praktik militerisme.

Baca juga :  Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik pada 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan bahwa kritik dan koreksi justru berfungsi sebagai pengingat dan penyelamat bagi dirinya sebagai pemimpin.

“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih ada yang teriak-teriak: Prabowo ini mau hidupkan kembali militerisme! Wah, baru saya koreksi. Apa benar? Oke, baru kita lihat, panggil ahli hukum, mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” ujar Prabowo dengan nada santai namun tegas.

Baca juga :  Ribuan PPPK Terancam PHK Massal Dampak Kebijakan Presiden Prabowo

Presiden menekankan pentingnya membedakan antara kritik membangun dan fitnah yang dapat memecah belah bangsa.

Menurutnya, ruang kebebasan berpendapat di era media sosial harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab, bukan untuk menyebarkan asumsi liar atau kebohongan yang hanya memicu kegaduhan.

Baca juga :  Megawati Dampingi Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pidato ini disampaikan di tengah suasana harmoni keagamaan, di mana Prabowo juga menjadikan perayaan Natal Nasional sebagai simbol kuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Ia menilai peristiwa tersebut membuktikan bahwa bangsa majemuk seperti Indonesia mampu hidup rukun dan bersatu.

Baca juga :  Soal Dugaan Kasus Korupsi Revitalisasi Pasar Tradisional Sindang Kasih, Dede Rizka Nugraha Buka Suara

Tanggapan Prabowo terhadap kritik tersebut mendapat perhatian luas di media sosial, di mana sejumlah netizen menyoroti keterbukaan presiden sebagai langkah positif dalam demokrasi.

Namun, sebagian kalangan tetap meminta bukti implementasi kebijakan yang lebih menjamin keseimbangan antara kepemimpinan tegas dan penghormatan terhadap prinsip demokrasi.

Baca juga :  Diduga Berangkat Ilegal, PMI Asal Tenggarong Hilang Kontak di Arab Saudi: Keluarga Tuntut Pemulangan Segera

Hingga kini, pemerintahan Prabowo-Gibran terus menjalankan agenda prioritas seperti pemulihan pascabencana alam di sejumlah wilayah Sumatera serta program-program ketahanan ekonomi nasional di awal tahun 2026.

Pidato kali ini menjadi sinyal bahwa pemerintah siap menerima masukan publik demi perbaikan berkelanjutan.

Dengan demikian, pernyataan Presiden Prabowo diharapkan dapat meredam polarisasi dan memperkuat ruang dialog konstruktif di tengah dinamika politik tanah air.

Baca juga :  Antusias Warga Majalengka Serbu Bazar Ramadhan Kodim 0617/Majalengka, Harga Beras hingga Telur Lebih Hemat
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!