Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga di Kampung Neglasari, Desa Mande, Kecamatan Mande protes keras terhadap proyek pembangunan peternakan ayam petelur yang diduga merusak lingkungan dan mengancam lahan pertanian mereka. Bibin (75), salah satu warga, mengungkapkan bahwa panen padi di sawahnya turun drastis dari 7 kuintal padi yang dihasilkan kini hanya menjadi 2 kuintal saja setelah proyek ayam itu berdiri.
“Sawah saya dan warga lain tertimbun lumpur dari tebing tumpukan tanah milik perusahaan ayam itu,” kata Bibin di Aula Desa Mande, Selasa (7/4/26). Ini bukan kali pertama kejadian seperti ini, dan warga merasa geram dengan dugaan pembiaran kerusakan lingkungan yang merugikan mereka.
“kami minta ganti rugi atas kejadian ini. Kami butuh kepastian karena hidup kami tergantung dari bertani,” tegas Bibin. Warga berharap perusahaan ayam bertanggung jawab dan memperbaiki kerusakan lingkungan agar tidak terjadi lagi.
Perwakilan perusahaan, Wawan, berjanji akan berkoordinasi dengan atasan dan membangun 7 sampai 10 embung untuk mengantisipasi lumpur dan batu yang merusak sawah warga.











