Dpnews Indonesia || Karawang – Akibat mandor tidak pernah datang ke lokasi proyek Gedung Paud, 4 (empat) dari 6 (enam) pekerja memutuskan untuk pulang kampung. Dua pekerja masih bertahan karna menurut (i), ia bertahan bersama satu temannya tersebut dengan alasan baru di bayar separuh dan masih punya tunggakan bekas makan sehari hari. Sabtu 14/09/2024.
“Saya bertahan karna di sini saya masih punya tunggakan bekas makan sehari hari dan kontrakan pak, belum bisa saya bayar karna mandor nya tidak datang ke lokasi. Untuk teman saya yang 4 (empat) orang sudah pulang karna udah di bayar, di antar pulangnya juga sama pak wakil dari sini, cuma pak mandor tidak tahu. Saya sama temen yang bertahan ini, baru di kasih 700 ribu, Saya 700 temen saya 700,” jelas (i).
Saat kami konfirmasi pada pihak matrial, berinisial (A) membenarkan, bahwa barang material baru di bayarkan separuh dan masih ada tunggakan dalam pekerjaan gedung paud tersebut.
“Iya pak benar, masih ada pak tunggakan untuk besaran bisa tanya ke mandor saja, bon nya juga ada ko di mandor, ya saya si berharap supaya secepatnya di bayar supaya saya bisa putar uang nya buat modal lagi,” jelas nya.
Ada apa dengan pekerjaan gedung paud di Desa Sukasari Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang. Selain mandor nya yang sulit di temui, pekerjaan tersebut juga hingga sampai saat ini tidak memasang papan informasi, lebih parah nya, ada dua pekerja yang masih bertahan karna memiliki tunggakan dan malu untuk pulang. Bahkan bahan matrial bangunan masih nunggak pada pihak matrial.
Lalu apakah tanggapan dari pihak Dinas dengan adanya proyek gedung paud di Desa Sukasari Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, yang diduga bermasalah dalam administrasi pembayarannya tersebut.
Hingga berita ke tiga ini terbit Mandor proyek pekerjaan gedung paud di Desa Sukasari, belum juga dapat di temui oleh awak media untuk di konfirmasi.











