Dpnews Indonesia || Cianjur – Proyek pembangunan saluran irigasi Ciherang 2 di Desa Sukabungah dan Desa Cibanggala, Kecamatan Campakamulya, Cianjur, ditemukan mengalami kerusakan parah di beberapa titik, meski status pekerjaan masih dalam tahap berjalan. Proyek irigasi bernilai puluhan miliar dengan volume pengerjaan sepanjang 7 KM ini dikerjakan pada pertengahan tahun 2025.
Warga setempat mempertanyakan kualitas dan transparansi proyek ini, karena diduga tidak sesuai spek dan menggunakan matrial dari areal Perhutani.
“Benar, proyek irigasi ini kebanyakan mengambil matrial batu dan pasir dari areal Perhutani,” kata Edi, salah seorang pekerja.
Edi juga mengaku bahwa banyak pekerja proyek yang belum dibayarkan upahnya. “Banyak para pekerja yang hingga kini masih belum dibayarkan upahnya, termasuk saya,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan talud irigasi yang baru dibangun tampak ambrol di beberapa titik lokasi dengan total panjang kurang lebih mencapai puluhan meter.
Warga meminta pemerintah untuk menginvestigasi proyek ini dan memastikan kualitas serta transparansi dalam pengerjaannya.
“Kami ingin proyek ini selesai dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata seorang warga.
Proyek irigasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, namun kerusakan yang terjadi membuat warga khawatir. Pemerintah diminta untuk segera mengambil tindakan atas kasus ini.











