Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Rini Korban TPPO Dengan Modus Perekrutan Tenaga Kerja Timur Tengah

615
×

Rini Korban TPPO Dengan Modus Perekrutan Tenaga Kerja Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia Asal Sukabumi

Dpnews Indonesia || Sukabumi – Nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI)
yang diduga menjadi korban bujuk rayu sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja semakin memprihatinkan.

Tidak adanya pelatihan kerja, pendidikan bahasa juga kontrak kerja yang tidak jelas membuat para pahlawan devisa tersebut mengalami berbagai hal yang sangat merugikan, baik dari sisi gaji yang tidak sesuai, kekerasan pisik juga verbal pun kerap dialami para  Pekerja Migran Indonesia di negara penempatan terutama kawasan Timur Tengah.

Baca juga :  Kinerja dan Transparansi Kantor Imigrasi di Pertanyakan Pengusaha Asal Cianjur 

Bukan hanya itu, kontrak kerja yang seharusnya didapat para Tenaga Kerja Indonesia dalam sektor informal di Timur Tengah itupun seolah sudah sangat diabaikan, terjebak tidak bisa kembali ke Indonesia walau sudah lebih dari dua tahun kerja, bahkan hingga gaji yang tidak dibayarkan majikan menjadi pengalaman pahit yang di alami mereka para pejuang tangguh yang bercita cita ingin merubah kehidupan tersebut.

Dan lebih parah lagi, para pemroses juga para perekrut yang sering disebut sponsor di Indonesia, otak dari pemberangkatan para pekerja migran tersebut ketika ada masalah lebih memilih lari dari kenyataan, berkilah, mengelak bahkan hilang bagai ditelan bumi.

Baca juga :  Bekasi Bela Palestina Bersama MUI dan FUIB Kabupaten Bekasi

Kisah Pekerja Migran Indonesia yang bernama Rini Susanti Rukman 29 tahun warga Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu potret buram nasib PMI malang  yang kini terjebak, sulit untuk kembali ke Indonesia walau sudah 4,7 tahun bekerja di Saudi Arabia.

Rini kini hanya menjerit menahan rindu akan keluarga, kepada awak media Dpnews Indonesia pada pertengahan Agustus 2025, mengadukan nasibnya yang kini di tahan di Syarekah Ewan tanpa ada kejelasan nasib, dan sementara itu pihak pemroses dari Indonesia yang mengaku dari P3MI PT. Bahana hanya memilih bungkam seolah tak peduli dengan nasib PMI tersebut.

Baca juga :  H. Rona Firmansyah SE, Siap Maju Di Pilkada Majalengka 2024

Hal tersebut membuat Reni N Sachria aktivis pemerhati migran geram dan mengharap ada perhatian khusus dari pemerintah Indonesia agar segera memberikan tindakan tegas terhadap para pemroses yang diduga pihak yang paling bertanggung jawab akan nasib Rini Susanti Rukman.

“Posko Kami di Dpnews Indonesia akan selalu berkomunikasi dengan pihak pemroses ketika ada aduan dari para PMI yang bermasalah, dan kami senantiasa mendorong untuk mencari jalan terbaik bagi mereka terutama dalam masalah pemulangan, pulangkan lah itu arahan kami, akan tetapi bagi mereka yang seolah mengabaikan bahkan terkesan tidak kooperatif atau malah lari dari masalah atau menyepelekan kami pasti akan tempuh jalur hukum sesuai dengan Undang Undang,” tegasnya.

Baca juga :  Tim Presisi Polres Metro Bekasi Gagalkan Tawuran, Sita Sajam dan Motor di Sport City

Dalam kesempatan tersebut aktivis yang mendapatkan ribuan aduan dari para PMI itu pun mengharapkan adanya tindakan tegas dari pihak pemerintah baik dalam pencegahan atau repatriasi mereka dari negara penempatan.

“Kami pun sangat berharap pemerintah untuk bersikap tegas menindak dan membuat para sindikat TPPO jera, juga sangat mengharapkan adanya evaluasi atau penyelamatan yang cepat untuk para TKW/PMI ketika ada masalah di negara penempatan,” pungkasnya.

Baca juga :  Anas Urbaningrum dan 20 Pengurus Mundur dari PKN, Partai Fokus Regenerasi Kepemimpinan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!