Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Rusia Jual Emas Cadangan Besar-besaran untuk Tekan Defisit Anggaran Perang

110
×

Rusia Jual Emas Cadangan Besar-besaran untuk Tekan Defisit Anggaran Perang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Bank Sentral Rusia (Bank of Russia) telah menjual puluhan ton emas cadangan sejak awal tahun 2026 guna membiayai defisit anggaran negara yang semakin membengkak akibat biaya operasi militer di Ukraina. 26/5/2026.

Menurut data yang dirilis Bank of Russia dan berbagai laporan intelijen serta media internasional, Rusia telah melepas sekitar 22 ton emas fisik dalam tiga bulan pertama tahun ini. Penjualan ini merupakan yang pertama dalam skala signifikan setelah lebih dari dua dekade, dengan cadangan emas negara tersebut turun menjadi level terendah sejak awal 2022.

Baca juga :  Peringati Hari Kebangkitan Nasional, DPD Tani Merdeka Indonesia Cianjur Dukung Persatuan Nasional dan Terwujudnya Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945

Defisit anggaran federal Rusia mencapai sekitar 61,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026, didorong oleh peningkatan tajam belanja pertahanan dan penurunan pendapatan dari ekspor minyak serta gas akibat sanksi Barat. Penjualan emas ini menjadi salah satu langkah darurat untuk menutup celah fiskal tersebut sekaligus menstabilkan rubel.

Sebelum invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, Dana Kekayaan Nasional Rusia menyimpan lebih dari 400 ton emas. Sejak itu, sebagian besar cadangan telah terkikis untuk menopang pengeluaran pemerintah.

Baca juga :  Kompol Wuryanti Raih Penghargaan Local Hero atas Gerakan Satu RW Satu Bank Sampah di Kabupaten Bekasi

Analis pasar mencatat bahwa aksi jual ini mencerminkan tekanan keuangan yang semakin berat bagi Moskow, meski pemerintah Rusia masih mengandalkan diversifikasi mata uang dan mitra seperti China untuk mengelola likuiditas. Namun, penjualan emas dalam volume besar dikhawatirkan dapat mengurangi buffer cadangan negara di tengah ketidakpastian geopolitik yang berlanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari Kementerian Keuangan Rusia mengenai target penjualan emas sepanjang tahun 2026.

Baca juga :  PHK Massal di PT Hillcon Jaya Sakti Picu Polemik, DPRD Sultra Siapkan RDP Lanjutan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!