Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Seni Bela Diri Badak Putih Jati Kramat: Oase Budaya di Jatimekar yang Menanti Uluran Tangan Pemerintah

127
×

Seni Bela Diri Badak Putih Jati Kramat: Oase Budaya di Jatimekar yang Menanti Uluran Tangan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Di tengah gempuran modernisasi, geliat pelestarian budaya Sunda masih terus berdenyut di Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy. Adalah Silat Badak Putih Jati Kramat, sebuah paguyuban bela diri di bawah asuhan Abah Akri, yang kini menjadi sorotan karena keberhasilannya merangkul generasi muda untuk mencintai warisan leluhur.

Perpaduan apik antara ketangkasan bela diri pencak silat dengan harmonisasi seni musik Sunda membuat kelompok ini memiliki daya tarik tersendiri. Tak heran, kehadiran mereka kerap dinanti masyarakat dan menjadi langganan pengisi acara dalam berbagai gelaran syukur serta momen penting lainnya di wilayah Bandung Barat.

Baca juga :  Tim Kesehatan Puskesmas Cibuaya Tidak Hadir Dalam Rapat Pleno Hari Kedua Hingga Selesai

Kehadiran Badak Putih Jati Kramat bukan sekadar ajang unjuk ketangkasan. Bagi Abah Akri, sang pembina, pencak silat adalah media untuk membina karakter dan memupuk kedisiplinan pemuda agar terhindar dari jeratan pergaulan yang tidak terarah.

Baca juga :  DPD IWO Indonesia Karawang: Jangan Tutup Diri dari Wartawan, Ini Amanat Kapolri!!!

“Minat generasi muda saat ini sangat luar biasa, ini patut kita apresiasi. Mereka memilih berlatih silat daripada terjerumus ke hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujar Abah Akri.

Meski menunjukkan prestasi dan antusiasme yang tinggi, keberlangsungan seni bela diri ini masih menghadapi tantangan besar. Hingga kini, fasilitas dan pembinaan yang berkelanjutan masih bergantung pada upaya swadaya.

Baca juga :  Persib Pajang Trofi Juara Liga 1, Bobotoh Boleh Foto Foto

Kepada awak  media Dpnews Indonesia pada awal februari 2026. Abah Akri berharap adanya perhatian khusus serta keberpihakan dari pihak terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dukungan nyata dari pemerintah sangat krusial, bukan hanya untuk menjaga kelestarian budaya, tetapi juga sebagai bentuk investasi dalam pengembangan sumber daya manusia di tingkat desa.

“Kami memohon agar ada kepedulian dari pemerintah. Ini demi lestari nya budaya Sunda dan demi masa depan generasi penerus kita agar tetap memiliki jati diri,” pungkasnya.

Baca juga :  70 Jemaah Haji Kloter 56 Menutup Rangkaian Pemberangkatan Jemaah Haji 2025
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!