Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Siswa SMP Dayeuhkolot Ramai-ramai Kembalikan Menu MBG karena Bau Tak Sedap, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

105
×

Siswa SMP Dayeuhkolot Ramai-ramai Kembalikan Menu MBG karena Bau Tak Sedap, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bandung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menjadi perhatian publik setelah puluhan hingga ratusan siswa SMPN 1 Dayeuhkolot secara bersama-sama mengembalikan paket makanan mereka ke dapur penyedia. Aksi tersebut terjadi pada Selasa (7 April 2026) dan terekam dalam video yang viral di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat siswa-siswa membawa wadah ompreng berisi menu MBG sambil mengeluhkan aroma makanan yang tidak sedap. Beberapa siswa menyebut bau tersebut mirip “bau kelek” atau bau ketiak yang menyengat. Menu yang dibagikan saat itu antara lain nasi putih, rendang ayam, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon.

Baca juga :  Destinasi Wisata Goa Sanghyang Kenit Manjakan Pengunjung

Paket makanan tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup, yang berlokasi di Jalan Pasigaran, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. SPPG ini merupakan dapur binaan Kadin Kabupaten Bandung yang bertugas menyediakan menu MBG untuk siswa di wilayah tersebut.

Menanggapi kejadian itu, pelaksanaan MBG di Dayeuhkolot dihentikan sementara. Pihak SPPG telah melakukan pengambilan sampel makanan untuk diuji kualitasnya dan menyatakan akan memperbaiki standar produksi. Sidak atau pemeriksaan langsung ke dapur juga dilakukan pasca-aksi siswa.

Baca juga :  Diskusi Publik Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur: Meningkatkan Kualitas Program

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lengkap dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung maupun Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penyebab pasti bau tak sedap pada menu tersebut. Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa sekolah guna mendukung pemenuhan gizi dan peningkatan prestasi belajar.

Aksi pengembalian massal ini mencerminkan tingginya kesadaran siswa dan orang tua terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi di sekolah. Pihak penyelenggara diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain.

Baca juga :  Purbaya Potong Anggaran BGN, Pastikan Tak Ada Pembelian Motor Listrik Baru pada 2026
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!