Dpnews Indonesia || Cianjur- Disaat sekolah lain baru mulai Menerapkan Kurikulum Merdeka. Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Cibeber beralamat di Jl. Desa Cisalak No 60 Kec. Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Justru sudah 3 tahun menerapkan Kurikulum Merdeka.
Ini dibuktikan dengan terpilihnya SMPN 4 Cibeber menjadi Sekolah Penggerak. Sekolah Penggerak adalah sekolah yang fokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta non kognitif (karakter) yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
“Imbas ditunjuknya SMPN 4 Cibeber sebagai Sekolah Penggerak membawa dampak positif. Sekolah Penggerak pun harus menjadi pilot project sekolah lainnya. Serta melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.” Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMPN 4 Cibeber Imas Sumarni Kepada media Dpnews Indonesia. Saat ditemui diruang kerjanya, (29/1/23).

Imas menjelaskan, “di Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur baru SMPN 4 Cibeber yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Untuk sekolah lain memang ada yang masih menerapkan Kurikulum 2013, dan ada pula yang baru menerapkan Kurikulum Merdeka untuk tahun ajaran 2023/2024.” Jelas Imas.
Lanjut Imas, “Dan di Sekolah kami sudah tiga tahun berjalan. Sebagai Kepala Sekolah Penggerak,” ungkapnya. Dirinya mengaku diawal-awal ketika menerapkan Kurikulum Merdeka ada kesulitan. Namun saat ditunjuk sebagai Kepala Sekolah Penggerak dirinya mengaku harus pandai beradaptasi dan cepat bergerak.
Untuk membangun dan mewujudkan visi misi sekolah sebagai sekolah penggerak. “Karena untuk memahami konsep Kurikulum Merdeka tidak mudah. Pemahaman akan konsep Kurikulum Merdeka itu perlu diperdalam lagi perlu waktu yang cukup lama. Namun karena Sekolah kami sudah terbiasa menerapkan kumer tersebut Ya Alhamdulillah sebagaimana yang diharapkan telah sesuai dengan aturan.” Tandasnya.
Masih kata Imas. “Disekolah ini karena telah menerapkan kumer ada program yang dibagi dua yakni ada Intra Kurikuler dan Ko Kurikuler kalau Intra Kulikuler itu mengajar dikelas seperti biasa dan Ko Kurikuler itu yang namanya ada Projek Penguatan Profile Pelajar Pancasila nah itu pembeda dengan Kurikulum 2013. Dan itu menurut saya pribadi sebagai Kepala Sekolah. Saya sudah merasa sesuai dengan modul panduan dan aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.”
“Makanya saya punya keinginan kuat bahwa pendidikan harus lebih baik. Ketika sekolah kami sudah dipilih menjadi sekolah penggerak maka pelayanan terhadap peserta didik itu nomer satu sehingga kualitas pembelajaran jadi konsep yang utama. Percuma kalau sekolah tersebut hebat dapat meraih berbagai prestasi sementara ketika belajar mengajar berlangsung Gurunya tidak ada. Sehingga tolak ukur keberhasilan itu adalah guru mengajar memberikan pelayanan terbaik untuk peserta didiknya.” Pungkasnya.











