Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Sofjan Jacoeb Ungkap Balik Layar Perburuan Tommy Soeharto: “Tangkap, Hidup atau Mati”

132
×

Sofjan Jacoeb Ungkap Balik Layar Perburuan Tommy Soeharto: “Tangkap, Hidup atau Mati”

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komjen Pol (Purn) Sofjan Jacoeb, mengungkapkan detail operasi perburuan dan penangkapan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dalam wawancara eksklusif Brigade Podcast yang tayang Jumat, 28 Agustus 2026.

Sofjan menjelaskan bahwa akhir 2001 menjadi momen tegang bagi kepolisian. Tommy ditetapkan sebagai buronan setelah melarikan diri dari hukuman kasus tukar guling Bulog dan PT Goro. Ia juga diduga mendalangi pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada Juli 2001.

Baca juga :  Satgas TNI 300 Siliwangi Hibur Anak-Anak Depan Gereja, Selesai Ibadah Minggu Bersama

Perburuan berulang kali menemui jalan buntu. Diduga terjadi kebocoran informasi internal sehingga keberadaan Tommy sulit dilacak. Dua periode kepemimpinan Kapolda Metro Jaya sebelumnya juga gagal menangkapnya.

Titik balik terjadi di bawah kepemimpinan Sofjan. Ia membentuk tim rahasia bernama Black Cat, meminta Kompol Tito Karnavian (yang saat itu memimpin Tim Kobra) bersumpah di bawah Al-Qur’an, serta mengeluarkan perintah tegas “Tangkap! Hidup atau mati.”

Operasi berlangsung selama 387 hari. Tommy akhirnya ditangkap tanpa perlawanan pada 28 November 2001 di sebuah rumah di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang, saat sedang tidur. Ia menggunakan identitas palsu “Ibrahim”.

Sofjan menekankan bahwa keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras tim khusus dan bukan rekayasa, meski sempat menimbulkan kontroversi di masyarakat karena cara Tommy disambut di Mapolda Metro Jaya.

Wawancara lengkap Brigade Podcast bersama Sofjan Jacoeb membahas detail intelijen tingkat tinggi tersebut.

Baca juga :  Silahturahmi DPC Ganisa Sukatani Sekaligus Pembentukan Struktur
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!