Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomiKesehatan

Warga Minta Perusahaan Ayam Petelor Ditutup, Saat Anggota DPRD Bersama Lingkungan Hidup Lakukan Sidak

756
×

Warga Minta Perusahaan Ayam Petelor Ditutup, Saat Anggota DPRD Bersama Lingkungan Hidup Lakukan Sidak

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Sejumlah warga Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menuntut salah satu perusahaan ayam petelur di wilayahnya ditutup, Selasa, (21/1/25).

Hal tersebut karena warga telah geram mengenai keberadaan perusahaan yang kerap menimbulkan polusi udara dan banyaknya lalat berterbangan di rumah rumah warga.

Baca juga :  Sektor 6 Citarum Harum Gencarkan Edukasi Lingkungan di Desa Gunungsari Ciranjang, Ratusan Warga Terima Sembako

Bahkan, sejumlah investor pun enggan melakukan usaha di wilayah mereka. Seperti mendirikan mini market dan juga usaha kuliner juga tidak sedikit yang mengurungkan niatnya. Ditambah lagi dengan udara yang tidak sedap juga mempengaruhi harga jual tanah mereka yang ditawar murah oleh pembeli karena adanya aroma tidak sedap dari kandang ayam tersebut.

Selain itu pula, warga geram dengan tidak adanya pekerja dari warga yang terdampak polusi dari aktivitas perusahaan ayam petelur tersebut

Banyaknya aduan masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur juga turut hadir meninjau langsung perusahaan bersama para warga.

Baca juga :  Akibat Ekonomi Sulit, Rani Warga Batang Natal datang ke Kota Nopan Mancetek

Setelah melakukan kunjungan. Anggota DPRD Komisi III bersama Dinas Lingkungan Hidup, juga Pemerintahan setempat menemukan beberapa kekurangan yant harus segera dibenahi.

Namun. Pihaknya masih memberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan para warga, agar perusahaan tetap berjalan dan masyarakat sekitar peternakan tidak dirugikan.

Salah satu warga, Gandi mengutarakan kekesalannya kepada perusahaan, dikatakannya jika dirinya bersama warga lainnya menginginkan perusahaan tetap ditutup.

Baca juga :  KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Diamankan Bersama 15 Orang Lainnya

“Pokoknya kami meminta bantuan kepada anggota dewan ini minta ditutup,” katanya.

Gandi menyebutkan, jika selain dampak lingkungan, seperti bau dan lainnya menjadi faktor utama agar perusahaan ditutup.

“Banyak pak keluhan masyarakat mah, UPL UKL dan CSR juga tidak sebanding apalagi pemilik mengatakan jika itu adalah kompensasi sedangkan CSR itu hak yang harus dikeluarkan perusahaan atau kewajiban dari hasil usaha beliau,” ungkapnya.

Baca juga :  Halal Bihalal Jajaran DPRD Cianjur, Ketua Umum Sampaikan Pentingnya Sinergi dan Kekompakan

Gandi juga menegaskan, kepada perusahaan yang sudah berjalan 45 tahun tetap ditutup apabila tidak ada keputusan yang saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan.

“Pokonya ini pengen kita ditutup,” imbuhnya.

Warga lainnya, Dedi juga mengucapkan hal yang sama, agar perusahaan tersebut ditutup sebelum mendapatkan kesepakatan yang mufakat.

“Intinya warga ingin ini ditutup,” katanya.

Baca juga :  Penumpang Diperiksa Bea Cukai Soekarno-Hatta karena Membawa Kartu TCG Pokémon

Dedi juga mengungkapkan bahwa gaji ditempat tersebut tidak sesuai. Ia pun menerangkan jika memang ada warga Jamali yang kerja ditempat tersebut.

“Namun yang kerja di sini memang orang jamali cuman orang jamali yang tidak terdampak. Jadi mending ditutup,” ujarnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Fraksi Golkar Igun H Gunawan, memberikan saran terbaik kepada semua perusahaan yang disidak atas dasar keluhan masyarakat.

Baca juga :  Pelaku Pembunuhan Ibu Tiri di Curug Tangerang Ditangkap Kurang dari 10 Jam

“Hari ini kita melakukan kunjungan ke 4 perusahaan ayam, dari empat perusahaan ditemui 2 perusahaan,” katanya.

Ia juga menyebutkan, bahwa nanti nya kita akan melakukan pemanggilan kepada pemilik perusahaan peternakan ayam ini dengan di fasilitasi Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami harap ada kesepemahaman mengenai pengelolaan perusahaan mengenai lingkungan hidupnya,” imbuhnya.

Di waktu Yang Sama, Dinas Lingkungan Hidup, melalui. Kabid PPKL , H Evi menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya agar perusahaan ini baik kedepannya.

Baca juga :  Tingkatkan Produktivitas Lahan Kosong, Satgas Yonif 323 TK Eromaga Berikan Bibit Sayuran

“Kami akan melakukan yang terbaik dan akan melakukan pendampingan mengenai pengelolaan limbahnya,” tuturnya

Ia juga menjelaskan akan melakukan upaya dengan mendatangi perusahaan tersebut.

“Kami akan melakukan peninjauan secara berkala karena ada aturannya jd kita akan mengevaluasi dan melakukan peninjauan karena itu juga ada aturannya minimal 1 tahun 2 kali,” ungkapnya.

Baca juga :  Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!