Dpnews Indonesia || Cianjur – Cianjur digemparkan dengan penemuan kerangka manusia yang tidak dikenal di kawasan hutan. Peristiwa itu pertama kali diketahui warga saat mencari ikan di pinggir sungai pada Rabu sore, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Lokasi penemuan berada di pinggir Sungai Cikawung, tepatnya di Kawasan Hutan Perhutani Petak 64, Kampung Pasir Panglay RT 03 RW 03, Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Area tersebut cukup terpencil dan hanya dilalui warga untuk aktivitas mencari ikan serta kegiatan kehutanan.
Saksi yang pertama kali melihat adalah Saadulloh, 38 tahun, Kepala Desa Pusakasari, Kecamatan Leles. Saat itu ia bersama sekitar 8 orang perangkat desanya sedang mencari ikan di sungai mulai pukul 13.00 WIB. Tanpa sengaja mereka melihat tulang belulang yang sudah berserakan di tanah dengan jarak antar bagian sekitar 1 sampai 2 meter. Merasa curiga, Saadulloh segera melaporkan temuan itu ke Polsek Sindangbarang.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang bukti yang diamankan berupa baju kaos warna merah bertuliskan Menangkan Ganjar, celana katun panjang warna krem, sandal karet warna hitam, dan satu botol plastik minuman ukuran 1,5 liter tanpa merek. Kondisi kerangka saat ditemukan sudah tidak utuh dan tersebar di beberapa titik.
Selain Saadulloh, satu nama lain juga tercatat dalam laporan awal yaitu Dudung, 50 tahun, warga Kampung Bimakarya RT 01 RW 01 Desa Karyamukti, Kecamatan Sindangbarang. Namun hingga saat ini identitas kerangka tersebut belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mencocokkan data.
Setelah menerima laporan, petugas piket Polsek Sindangbarang langsung mendatangi lokasi bersama tim gabungan. Turut hadir Aiptu Khairul Anwar, Aipda Rivan, Aipda Edi Lazuarid, Aipda Jajat, tim Piket Fungsi Reskrim dan INAFIS Polres Cianjur, Bhabinsa Desa Jatisari, petugas Perhutani, petugas medis Puskesmas Sindangbarang, Satpol PP, Damkar, serta perangkat Desa Jatisari. Mereka melakukan cek TKP, pengambilan keterangan saksi, dan dokumentasi.
Pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis di tempat kejadian tidak menemukan tanda kekerasan yang mencolok atau kerusakan yang mengarah pada tindak pidana. Namun karena kondisi kerangka sudah tidak lengkap, penyebab kematian belum bisa disimpulkan hanya dari pemeriksaan awal di lapangan.
Seluruh temuan, termasuk kerangka dan barang bukti pakaian, kemudian dibawa oleh piket Polsek Sindangbarang bersama petugas medis Puskesmas Sindangbarang ke RSUD Cianjur. Di rumah sakit, jenazah akan dilakukan pemeriksaan forensik lebih mendalam untuk mengetahui identitas, usia, jenis kelamin, dan kemungkinan penyebab kematian.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan spekulasi dan segera melapor jika merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri yang mendekati barang bukti yang ditemukan.











