Dpnews Indonesia || Tiket yang dijual secara daring langsung habis dalam 10 menit, sementara penjualan langsung memicu antrean panjang hingga ke stasiun kereta bawah tanah.
Situasi ini membuat Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) harus menggelar konferensi pers darurat. Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, dengan sopan meminta maaf karena memilih stadion berkapasitas kecil.
la tak menyangka antusiasme suporter Indonesia akan melampaui negara Asia Tenggara lainnya yang pernah mereka jamu.
“Saya kira Indonesia tidak punya banyak fans luar negeri,” ujarnya menyesal.
Dengan tertunduk hormat, Miyamoto menyatakan bahwa jika laga serupa terjadi di masa depan, Stadion Nasional Jepang yang mampu menampung 70.000 penonton akan disiapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap Indonesia. Dilansir dari Galeri Bola Lokal.











