Dpnews Indonesia || Majalengka – Di tengah polemik seputar anggaran publikasi senilai Rp.300 juta yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk kerja sama dengan media nasional, muncul pandangan berbeda dari kalangan pengamat kebijakan publik. Dede Sunarya, Direktur Lembaga Kajian Publik Majalengka (LKPM), menyatakan bahwa publikasi di media nasional justru memiliki nilai strategis yang penting bagi pemerintah daerah.
Menurut Dede yang akrab disapa Desun, keberadaan media nasional sebagai kanal informasi berjangkauan luas dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan transparansi, mendorong partisipasi publik, mempromosikan potensi daerah, menarik investasi, serta membangun citra positif daerah.
“Media nasional memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi kebijakan dan capaian pembangunan pemerintah daerah secara luas dan profesional. Ini bukan hanya soal pencitraan, tapi bagaimana membuka ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Desun.
Ia menambahkan, publikasi di media nasional juga efektif untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, produk unggulan lokal, hingga peluang investasi yang dimiliki Majalengka kepada khalayak yang lebih luas, termasuk investor dan pemangku kepentingan nasional.
Dalam konteks ini, Desun menilai langkah Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang menggandeng media nasional dalam rangka publikasi program-program pemerintah daerah, merupakan kebijakan yang cukup tepat dan memiliki dasar strategis.
“Selama anggaran itu dikelola dengan akuntabel dan output-nya jelas, seperti meningkatnya minat investasi atau tumbuhnya sektor pariwisata, maka publikasi seperti ini harus dilihat sebagai investasi komunikasi, bukan sekadar pengeluaran,” tambahnya.
Meski demikian, Desun juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkala dan pelibatan publik agar transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran publik tetap terjaga.











