Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Agustus 2026: Gerhana Matahari Total dan Puncak Hujan Meteor Perseids Berlangsung Hampir Berbarengan

27
×

Agustus 2026: Gerhana Matahari Total dan Puncak Hujan Meteor Perseids Berlangsung Hampir Berbarengan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Pengamat langit di belahan bumi utara akan disuguhi dua fenomena astronomi menarik dalam waktu berdekatan pada pertengahan Agustus 2026. Gerhana Matahari total terjadi pada 12 Agustus, disusul puncak hujan meteor Perseids pada malam yang sama hingga dini hari berikutnya.

Menurut data NASA dan prediksi astronomi internasional, jalur totalitas gerhana Matahari 12 Agustus 2026 akan melintasi wilayah terpencil di Rusia utara, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, serta sebagian Spanyol dan ujung utara Portugal. Di lokasi-lokasi tersebut, Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari selama maksimal sekitar dua menit 18 detik. Wilayah yang lebih luas di Eropa, sebagian Afrika barat laut, Kanada, dan Amerika Serikat bagian utara akan menyaksikan gerhana parsial dengan tingkat penutupan yang bervariasi.

Baca juga :  Rupiah Melemah ke Kisaran Rp 17.080 per Dolar AS di Tengah Penguatan Greenback

Pada malam yang sama hingga dini hari 13 Agustus, Bumi akan melewati sisa-sisa debu komet 109P/Swift-Tuttle yang menghasilkan hujan meteor Perseids. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada malam 12–13 Agustus. Karena fase Bulan baru bertepatan dengan tanggal tersebut, langit malam relatif gelap dan mendukung pengamatan meteor yang lebih optimal. Di lokasi dengan langit gelap, pengamat berpotensi melihat puluhan hingga ratusan meteor per jam, terutama setelah tengah malam.

Kedua peristiwa ini merupakan bagian dari kalender astronomi rutin, namun berdekatannya waktu kejadian membuat Agustus 2026 menjadi momen istimewa bagi para pengamat langit. Masyarakat diingatkan untuk selalu menggunakan pelindung mata khusus yang memenuhi standar keamanan saat mengamati gerhana Matahari, dan tidak menatap langsung tanpa perlindungan. Untuk hujan meteor, pengamatan paling baik dilakukan di area jauh dari polusi cahaya.

Fenomena ini diperkirakan menarik perhatian penggemar astronomi di berbagai negara yang berada di jalur penampakan.

Baca juga :  Festival Sugihmukti di Alun Alun Cianjur Masih Bisa Dikunjungi Hingga 19 Januari 2025
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!