Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Bansos Berupa Beras Terjadi Penurunan Drastis Ke Penerima Manfaat Desa Cibadak

727
×

Bansos Berupa Beras Terjadi Penurunan Drastis Ke Penerima Manfaat Desa Cibadak

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras untuk warga di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, menyisakan polemik.

Pasalnya, terjadi penurunan drastis jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa adanya pemberitahuan kepada pemerintah desa.

Baca juga :  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Iwan Gunawan SH Sebagai Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial di Pengadilan Negeri Ambon

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengungkapkan bahwa data penerima bansos beras awalnya 1.222 Kepala Keluarga (KK). Namun, dalam penyaluran terbaru, jumlahnya tiba-tiba menyusut menjadi hanya 710 KK turun hampir 40 persen.

“Yang menjadi pertanyaan besar, data tersebut berasal dari mana? Banyak warga kami yang benar-benar membutuhkan dan sebelumnya menerima bantuan, sekarang malah tidak lagi,” tegas Elan, Senin (28/7/2025).

Baca juga :  Hidup Sebatang Kara Melawan Gagal Ginjal Tanpa Tersentuh Bantuan Pemerintah

Elan mengatakan, ada salah satu warganya yang bernama Omih (74) di Kampung Peundeuyraweuy RT3/RW6 kini tak lagi mendapatkan bantuan beras. Padahal benar-benar membutuhkan.

“Saya juga bingung, seperti Mak Omih lansia di Kampung Pendeuyraweuy kini tak lagi terdata sebagai penerima bantuan. Padahal benar-benar membutuhkan,” katanya.

Baca juga :  Bermain Lumpur, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0617/Majalengka Genjot Pembangunan Lima Titik Sumur Bor

Tak hanya itu lanjut Elan, lansia lainnya Oliah (84) asal Kampung Cipicung RT1/RW6 kondisinya sakit stroke, juga tidak lagi mendapatkan bantuan beras.

Elan mengaku kecewa karena perubahan data penerima ini dilakukan tanpa koordinasi atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Pemerintah Desa Cibadak. Hal ini seolah-olah menggambarkan bahwa desa yang mengusulkan pengurangan jumlah penerima bantuan.

Baca juga :  Ketua Komisi lV DPRD Cianjur, Kecam Keras Anggota Dewan Turut Bermain MBG

“Ini yang membuat warga kecewa, dan kami sebagai pemerintah desa jadi sasaran keluhan. Padahal kami tidak tahu-menahu soal perubahan data ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Elan juga menerima laporan dari sejumlah warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengaku tidak pernah menerima saldo bantuan, meskipun masih tercatat sebagai penerima.

Baca juga :  Karya Bakti Peduli Lingkungan Penanaman Pohon Koramil 1907/Bungursari

“Saya juga baru tahu dari laporan warga bahwa mereka masih terdaftar sebagai penerima PKH, tapi saat dicek saldonya selalu kosong. Ini harus segera dievaluasi,” ujarnya.

Elan berharap agar pemerintah pusat maupun instansi terkait segera meninjau ulang data penerima bansos, agar hak-hak warga yang layak menerima bantuan tidak dihilangkan.

“Kami minta agar mereka yang memang membutuhkan kembali mendapatkan haknya. Jangan sampai bantuan yang seharusnya menyentuh masyarakat kecil justru tersendat karena kesalahan data,” pungkasnya.

Baca juga :  Polres Purwakarta Amankan Penyortiran Dan Pelipatan Kertas Suara Pemilu 2024
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!