Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Bansos Berupa Beras Terjadi Penurunan Drastis Ke Penerima Manfaat Desa Cibadak

674
×

Bansos Berupa Beras Terjadi Penurunan Drastis Ke Penerima Manfaat Desa Cibadak

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras untuk warga di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, menyisakan polemik.

Pasalnya, terjadi penurunan drastis jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa adanya pemberitahuan kepada pemerintah desa.

Baca juga :  Membangun Bekasi Dengan Diskusi Publik Bekasi Mencari Pemimpin

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengungkapkan bahwa data penerima bansos beras awalnya 1.222 Kepala Keluarga (KK). Namun, dalam penyaluran terbaru, jumlahnya tiba-tiba menyusut menjadi hanya 710 KK turun hampir 40 persen.

“Yang menjadi pertanyaan besar, data tersebut berasal dari mana? Banyak warga kami yang benar-benar membutuhkan dan sebelumnya menerima bantuan, sekarang malah tidak lagi,” tegas Elan, Senin (28/7/2025).

Baca juga :  Pemkab Dukung Satlantas Polres Purwakarta Tertibkan Knalpot Brong

Elan mengatakan, ada salah satu warganya yang bernama Omih (74) di Kampung Peundeuyraweuy RT3/RW6 kini tak lagi mendapatkan bantuan beras. Padahal benar-benar membutuhkan.

“Saya juga bingung, seperti Mak Omih lansia di Kampung Pendeuyraweuy kini tak lagi terdata sebagai penerima bantuan. Padahal benar-benar membutuhkan,” katanya.

Baca juga :  BKN Wajibkan Seluruh ASN Aktifkan MFA Digital Mulai 2026, Lindungi Data Kepegawaian dari Ancaman Siber

Tak hanya itu lanjut Elan, lansia lainnya Oliah (84) asal Kampung Cipicung RT1/RW6 kondisinya sakit stroke, juga tidak lagi mendapatkan bantuan beras.

Elan mengaku kecewa karena perubahan data penerima ini dilakukan tanpa koordinasi atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Pemerintah Desa Cibadak. Hal ini seolah-olah menggambarkan bahwa desa yang mengusulkan pengurangan jumlah penerima bantuan.

Baca juga :  Kapolres Cianjur Bersama Wartawan Se-Cianjur Bagi Bagi Tajil

“Ini yang membuat warga kecewa, dan kami sebagai pemerintah desa jadi sasaran keluhan. Padahal kami tidak tahu-menahu soal perubahan data ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Elan juga menerima laporan dari sejumlah warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengaku tidak pernah menerima saldo bantuan, meskipun masih tercatat sebagai penerima.

Baca juga :  Kobarkan Semangat Nasionalisme, Pgs Kasdim 0617/Majalengka Pimpin Upacara di Makodim

“Saya juga baru tahu dari laporan warga bahwa mereka masih terdaftar sebagai penerima PKH, tapi saat dicek saldonya selalu kosong. Ini harus segera dievaluasi,” ujarnya.

Elan berharap agar pemerintah pusat maupun instansi terkait segera meninjau ulang data penerima bansos, agar hak-hak warga yang layak menerima bantuan tidak dihilangkan.

“Kami minta agar mereka yang memang membutuhkan kembali mendapatkan haknya. Jangan sampai bantuan yang seharusnya menyentuh masyarakat kecil justru tersendat karena kesalahan data,” pungkasnya.

Baca juga :  Kasus KDRT Terulang Kembali Di Kecamatan Cibuaya
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!