Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Yuli, Bongkar Dugaan Perbudakan Modern TKW di Syarikah Nazda Arab Saudi

358
×

Yuli, Bongkar Dugaan Perbudakan Modern TKW di Syarikah Nazda Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Karawang – Sosok Yuli, perempuan asal Karawang, Jawa Barat, kini menjadi tumpuan harapan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah berjuang di tanah perantauan.

Bermula sebagai saksi hidup atas pahitnya menjadi pahlawan devisa, Yuli kini bertransformasi menjadi aktivis vokal yang tak henti menyuarakan jeritan rekan-rekannya di Arab Saudi.

Baca juga :  Satgas Citarum Harum Sektor 12 Sub Sektor 3 Cikalongkulon Bersihkan Anak Sungai Cikundul

Sebagai anggota tim investigasi sebuah media , Yuli kini berada di garis depan dalam menerima berbagai pengaduan memilukan. Fokus utamanya saat ini adalah kondisi para PMI yang ditempatkan melalui Syarikah Nazda di Arab Saudi, yang diduga kuat menjadi pusat praktik eksploitasi manusia.

Jeritan dari balik pesan suara berdasarkan keterangan yang diterima oleh Posko Pengaduan DpNews Indonesia pada awal Januari 2026, kondisi para PMI di bawah naungan Syarikah tersebut sudah mencapai titik nadir.

Baca juga :  Gelar Jumat Curhat, Wakapolres Cianjur Himbau Warga Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan

Yuli mengungkapkan bahwa bukti-bukti berupa rekaman pesan suara (voice note) menjadi saksi bisu betapa mencekamnya situasi di sana.

“Mereka sudah tidak baik-baik saja. Dalam rekaman yang saya terima, terdengar jelas isak tangis dan ketakutan. Ada PMI yang dipaksa bekerja meski dalam kondisi sakit parah. Mereka tidak dianggap sebagai manusia, melainkan mesin yang harus terus berputar,” ujar Yuli dengan nada getir.

Baca juga :  Penemuan Mayat Pegawai Ayam Geprek DiSerang Baru Tewas Dalam Freezer 

Dugaan perbudakan modern di lihat dari sisi kekejaman yang dialami para PMI tidak berhenti pada pemaksaan kerja. Laporan yang masuk menyebutkan adanya pekerja yang diusir begitu saja oleh majikan dan dibiarkan terlantar di jalanan tanpa perlindungan.

Beberapa di antaranya bahkan membutuhkan perawatan medis khusus akibat kelelahan luar biasa dan tekanan fisik yang dipaksakan.

Baca juga :  Danramil 1701 Majalengka Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Perangkat Desa Cibodas

Yuli menegaskan adanya dugaan kuat praktik perbudakan modern yang dilakukan secara sistematis. Ia melihat pola di mana Syarikah hanya mementingkan keuntungan finansial dan perputaran uang tanpa memedulikan aspek kemanusiaan.

“Ini adalah perbudakan modern. Demi uang, Syarikah terus memaksa agar para PMI ini ‘terjual’ ke majikan. Mereka tidak mau rugi sedikit pun, sehingga keselamatan dan kesehatan PMI dikorbankan,” tegasnya.

Baca juga :  Acara Jambore Ranting Gerakan Pramuka Haurwangi 2024

Yuli beserta tim dari posko pengaduan mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera turun tangan dan menunjukkan taringnya di negara penempatan, khususnya Arab Saudi.

Sebagaimana kita lihat, diplomasi yang ada saat ini masih belum cukup kuat untuk melindungi nyawa para pekerja migran dari perusahaan-perusahaan nakal.

Baca juga :  Pengecekan Ruang Tahanan Mapolres Purwakarta Rutin Dilakukan

“Negara harus hadir! Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji. Para PMI di Syarekah Nazda sedang menunggu uluran tangan pemerintah untuk diselamatkan dari lingkaran setan perbudakan ini,” pungkas Yuli.

Kasus ini kini terus dikawal oleh tim investigasi dan diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi Kementerian Ketenagakerjaan, Kementrian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta pihak-pihak terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan penjemputan paksa bagi PMI yang terancam nyawanya.

Baca juga :  Koramil 1905 Jatiluhur Menggelar Penanaman Pohon Buah Di Hari Juang TNI AD Ke 78
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!