Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga Desa Wangunjaya, Cugenang, Cianjur, memberikan tekanan kepada Kepala Desa Misbahudin dengan ultimatum 14 hari kerja untuk membuka semua Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan desa sejak 2021. Jika tidak dipenuhi, aksi demonstrasi besar-besaran menuju kantor Bupati Cianjur akan dilancarkan.
Tultimatum ini disampaikan dalam audiensi panas yang difasilitasi Inspektorat Kabupaten Cianjur, Selasa (6/1/2026). Ketua Gerakan Masyarakat Wangunjaya Menggugat (GMWM), Ari Setiawan, menuntut transparansi total dan detail penggunaan dana desa sejak 2021.
Ari juga menuding adanya ketidakadilan dan pemihakan di tingkat desa, serta meminta Kepala Desa untuk tidak memihak antara yang pro dan kontra.
“Kami minta kesempatan 14 hari kerja setelah surat kami layangkan. Jika dalam waktu itu tidak ada (respon memuaskan), kami tidak tutup kemungkinan untuk bertindak,” ancamnya.
Laporan mengenai masalah ini telah disampaikan sejak Agustus 2025, namun belum menemui titik terang. Audiensi ini menghasilkan nota kesepakatan awal antara warga dan Kepala Desa.
Kepala Desa Wangunjaya, Misbahudin, menyikapi pertemuan itu dengan kalem, berharap ada solusi terbaik untuk kemajuan Desa Wangunjaya. Namun, warga tetap menuntut transparansi dan keadilan.
Warga siap melakukan aksi demo besar-besaran jika ultimatum tidak dipenuhi. “Kami akan demo besar-besaran kepada Bupati Cianjur,” tegas Ari. Situasi di Desa Wangunjaya masih tegang, dan warga terus memantau perkembangan situasi.
Inspektorat Kabupaten Cianjur diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian masalah ini dengan objektif dan transparan.











