Scroll untuk baca artikel
BeritaTNI POLRI

Polda Jabar Kesiapan Ops Ketupat Lodaya 2026, Kapolda: Operasi Pelayanan Negara untuk Masyarakat

217
×

Polda Jabar Kesiapan Ops Ketupat Lodaya 2026, Kapolda: Operasi Pelayanan Negara untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Polda Jawa Barat mematangkan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi kepolisian terpusat tersebut akan digelar selama 13 hari dengan melibatkan puluhan ribu personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengamanan arus mudik, tetapi juga bagian dari pelayanan negara kepada masyarakat selama bulan Ramadan hingga setelah Idul Fitri.

Baca juga :  Penjual Minuman Keras di Depan Kantor Dinas Perhubungan Cianjur, Kepala Dinas Mengaku Tidak Tahu

“Ops Ketupat bukan hanya operasi kepolisian, tetapi operasi pelayanan negara secara terpadu. Tujuannya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Rudi dalam rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026., Selasa (10/3/2026)

Dalam operasi tersebut, Polda Jabar mengerahkan total 26.692 personel, terdiri dari 15.097 personel Polri, serta 11.595 personel TNI dan instansi terkait yang akan disebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

Baca juga :  ​Dugaan Praktik Perbudakan Modern: Jeritan PMI Non-Prosedural di Syarekah Almawarid Madinah

Selain itu, aparat juga menyiapkan 332 pos pengamanan dan pelayanan yang terdiri dari 227 Pos Pengamanan, 79 Pos Pelayanan, dan 26 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat informasi, pengamanan kawasan keramaian, serta pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa pendekatan operasi tahun ini tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga manajemen risiko dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga :  Bawaslu Bekasi Siaran Pers: Menjaga Antisipasi Pungut Hitung Pada Potensi TPS Rawan

“Pengamanan tidak hanya pada orang yang bergerak, tetapi juga pada rumah dan harta benda yang ditinggalkan saat mudik. Karena itu patroli di kawasan permukiman juga akan diperkuat,” katanya.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, Jawa Barat diperkirakan menjadi provinsi asal pergerakan pemudik terbesar secara nasional, dengan potensi mobilitas mencapai sekitar 30,97 juta orang.

Baca juga :  Lomba Kampung Bersih Dalam Rangka HUT RI Ke-79 dan HUT Kabupaten Bekasi Ke-74 Tahun 2024

Karena itu, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik mobilitas tinggi seperti rest area, terminal, stasiun, bandara, jalur tol, serta jalur arteri utama yang menjadi jalur pergerakan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Kapolda Jabar menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga :  Halal Bihalal Kerukunan Warga Kinari (KWK) Kabupaten Solok Meriah di Bapelkes Kabupaten Bekasi

“Keberhasilan operasi bukan hanya terlihat di jalan, tetapi juga terasa ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan dilayani dengan cepat oleh petugas,” ujar Rudi.

Melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta sinergi lintas sektor, Polda Jabar berharap rangkaian perayaan Idul Fitri di wilayah Jawa Barat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Baca juga :  Panen Padi Tidak Maksimal, Diduga Aktivitas Cut And Fill Pembangunan Proyek Ayam, Warga Hanya Terima Kompensasi 250 Ribu
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!