Dpnews Indonesia || PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 12 Maret 2026, di Menara BCA, Grand Indonesia, Jakarta. Rapat tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIB secara hybrid, yaitu fisik dan elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI milik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
RUPST BCA tahun ini membahas tujuh agenda utama, antara lain:
- Persetujuan Laporan Tahunan, Laporan Keuangan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2025, disertai pemberian acquit et decharge.
- Penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk rencana pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.
- Penetapan gaji/honorarium, tunjangan untuk tahun buku 2026, serta tantiem untuk tahun buku 2025 bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
- Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
- Persetujuan rencana pembelian kembali saham (buyback).
- Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
- Penegasan berakhirnya masa jabatan serta pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Menjelang rapat, saham BBCA menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan sekitar 2,20% ke level Rp.6.975 per saham pada perdagangan pagi hari ini. Hal ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap keputusan dividen, mengingat BCA konsisten membagikan porsi besar laba bersihnya sebagai dividen di tahun-tahun sebelumnya (sekitar 65-70%).
Berdasarkan kinerja tahun buku 2025, BCA mencatat laba bersih sekitar Rp.57,5 triliun, naik 4,9% secara tahunan. Dengan rasio pembagian dividen historis yang tinggi, potensi dividen tunai diproyeksikan mencapai Rp.40 triliun atau lebih, meskipun keputusan final ditetapkan dalam rapat hari ini.
RUPST ini juga menjadi perhatian karena membahas kemungkinan perombakan susunan pengurus serta penguatan posisi likuiditas BCA, dengan rasio CASA mencapai 84,8% dan LDR 77,4%.
Hasil keputusan RUPST, termasuk besaran dividen dan perubahan susunan direksi/komisaris, akan diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca-rapat selesai.











