Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Idul Fitri 1447 H Kemungkinan Dirayakan Berbeda Lagi di Indonesia

196
×

Idul Fitri 1447 H Kemungkinan Dirayakan Berbeda Lagi di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 berpotensi kembali mengalami perbedaan tanggal di Indonesia, mengikuti pola yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan penetapan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam kerangka Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca juga :  Persidangan Antonius Lukminto Dugaan Hacker dan Judol Ungkap Fakta Mengejutkan

Sementara itu, prediksi dari berbagai lembaga astronomi dan organisasi keagamaan lain mengarah pada Sabtu, 21 Maret 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui peneliti Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa posisi hilal pada maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria MABIMS (minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), sehingga Ramadhan kemungkinan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret.

Baca juga :  Agus Yasin Pengamat Politik Angkat Bicara Jelang Kompercab PDI Perjuangan Purwakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi hal serupa, dengan 1 Syawal berpotensi pada 21 Maret 2026 berdasarkan perhitungan astronomi.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyatakan hilal pada 29 Ramadhan (19 Maret 2026) belum memenuhi kriteria imkanur rukyah sesuai standar MABIMS, sehingga kemungkinan besar NU mengikuti istikmal dan Idul Fitri pada 21 Maret.

Baca juga :  Sat Lantas Polres Purwakarta Temukan Jalan Berlubang Dan Bergelombang Saat Lakukan Survei Jalur

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan secara resmi. Penentuan akhir menunggu Sidang Isbat yang dijadwalkan digelar pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 16.00 WIB di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta. Sidang ini akan mempertimbangkan data rukyatul hilal dari berbagai titik pantau di Indonesia serta hisab dari tim ahli.

Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag juga mengindikasikan perkiraan 1 Syawal pada 21 Maret 2026, meski keputusan final bergantung pada hasil sidang isbat.

Baca juga :  Unit Reskrim Polsek Cikarang Timur Ungkap Kasus Dugaan Narkotika Jenis Sabu

Perbedaan ini disebabkan oleh variasi metode penentuan awal bulan Hijriah: Muhammadiyah menggunakan hisab global, sementara pemerintah dan mayoritas ormas lain mengacu pada kriteria MABIMS yang menggabungkan hisab dan rukyat.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama pasca-sidang isbat untuk menghindari kebingungan dalam persiapan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Baca juga :  Deklarasikan Ganjar - Mahpud Oleh LSM Trinusa Samudra
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!