Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Suasana Khidmat Galungan dan Persiapan Kuningan 2026 Warnai Bali

45
×

Suasana Khidmat Galungan dan Persiapan Kuningan 2026 Warnai Bali

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Denpasar – Pulau Bali tengah menyambut Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026, dengan nuansa spiritual dan budaya yang kental. Perayaan ini menandai kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan), sekaligus menjadi momen spiritual di mana umat Hindu Bali percaya leluhur kembali berkunjung ke dunia fana.

Sejak beberapa hari terakhir, jalan-jalan di berbagai wilayah seperti Ubud, Sanur, dan desa-desa tradisional dihiasi deretan penjor – tiang bambu tinggi melengkung yang dihias dengan daun kelapa, bunga, dan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan kemakmuran. Keluarga-keluarga sibuk menyiapkan sesaji di merajan (pura keluarga) dan pura-pura desa, sementara aktivitas wisata di kawasan utama tetap berjalan meski beberapa toko dan usaha lokal menyesuaikan jam operasional.

Baca juga :  Upacara Peringatan Harlah Pancasila di Kecamatan Mande Berlangsung Khidmat

Hari ini, umat Hindu melaksanakan persembahyangan massal di pura-pura utama seperti Besakih dan Tirta Empul. Suasana terasa lebih tenang di jalan raya karena banyak warga memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. Pemerintah daerah dan aparat keamanan telah mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama periode libur fakultatif ini.

Sementara itu, persiapan menuju Hari Raya Kuningan pada Sabtu, 27 Juni 2026, mulai terlihat. Sepuluh hari setelah Galungan, Kuningan menjadi penutup rangkaian perayaan dengan penekanan pada warna kuning yang melambangkan kemurnian dan perpisahan para leluhur kembali ke kahyangan.

Baca juga :  Mahkamah Agung Perpanjang Verifikasi Pengangkatan CPNS 2024 Menjadi PNS

Di tengah perayaan, terdapat catatan khusus di Desa Penglipuran, Bangli, yang memutuskan tidak memasang penjor tahun ini sebagai bentuk penghormatan atas duka cita salah satu warga. Meski demikian, desa wisata tersebut tetap menyambut pengunjung dengan suasana asri khasnya.

Perayaan Galungan dan Kuningan 2026 berlangsung hingga akhir Juni, menjadi pengingat bagi masyarakat Bali dan wisatawan akan kekayaan tradisi Hindu yang terus lestari di tengah dinamika kehidupan modern. Pihak berwenang menghimbau wisatawan menghormati adat istiadat setempat selama berada di Pulau Dewata.

Baca juga :  Empat Patmawati PMI Asal Sukabumi Tertahan di Almawarid Arab Saudi Tanpa Kejelasan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!