Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Dugaan Perselingkuhan Oknum Bidan Puskesmas di Mande Mengemuka, Berawal dari Kecurigaan Warga Selama Enam Bulan

65
×

Dugaan Perselingkuhan Oknum Bidan Puskesmas di Mande Mengemuka, Berawal dari Kecurigaan Warga Selama Enam Bulan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Seorang oknum bidan berinisial N yang bertugas di salah satu Puskesmas di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga berselingkuh dengan seorang pria penjual bubur. Dugaan itu muncul setelah warga Kampung Jamali, Desa Jamali, Kecamatan Mande, merasa curiga dengan kedatangan N ke kontrakan pria tersebut selama 6 bulan terakhir.

Peristiwa itu terungkap pada Sabtu, 13/6/2026, setelah warga menegur langsung N saat mendatangi kontrakan di Kampung Jamali.

Baca juga :  DPRD Cianjur Desak Pemda Jalankan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Usai Maraknya Kekerasan Seksual

Menurut keterangan salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, N sering datang ke kontrakan pria penjual bubur tersebut. “Hampir tiap hari ke sini selama 6 bulan ngontrak. Kalau hari kerja rata-rata jam 1 siang datang, kecuali hari libur jam 9 pagi. Kadang dijemput, kadang datang sendiri, Pria yang dicurigai selingkuhannya itu juga sempat mengaku bahwa N adalah istrinya, ” ujar warga tersebut kepada awak media.

Kecurigaan warga memuncak saat N menyebut pria itu sebagai “saudara satu kampung dari Cibeber” yang diberi modal usaha. Namun saat dikonfirmasi ke suami N, sang suami membantah memiliki saudara yang berprofesi sebagai penjual bubur di Jamali.

“Kalau memang saudara saya pasti tahu. Istri saya tidak bilang kalau ada saudara dia berjualan bubur di Jamali,” kata suami N, Sabtu 13/6/2026.

Baca juga :  Dugaan Oknum Anggota DPRD Aktif Tersandung Narkoba Ketua DPC LSM Banaspati Angkat Bicara

N sendiri membantah tuduhan perselingkuhan saat dikonfirmasi. Ia mengaku pria itu adalah kakaknya. “Ini saudara saya Pak. Dia berjualan bubur dan ngontrak di sini saya yang modalin, kasihan ini kakak saya sama-sama satu kampung dengan saya di Cibeber. Saya datang ke sini hanya untuk mengecek pembukuan, habis berapa mangkok sehari dan berapa keuntungannya,” aku N.

Warga Kampung Jamali berharap N dan pria tersebut bersedia memberikan klarifikasi langsung. Kecurigaan warga semakin kuat setelah pria penjual bubur itu pergi meninggalkan kontrakan tanpa pamit usai ditegur warga. “Itu kan saudara Ibu bidan,” ucap warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas tempat N bertugas belum memberikan keterangan resmi.

Baca juga :  Mantan Kepala KUA Cipeundeuy Bantah Terima Uang, Sebut Dirinya Difitnah
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!