Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas nasional. Dalam pernyataan terbarunya, Prabowo menyatakan program tersebut akan terus dilaksanakan tanpa pemotongan anggaran, meskipun di tengah tekanan efisiensi fiskal akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk antara Iran, AS, dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam dialog bersama pakar, jurnalis, dan pemerhati sosial di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Kamis (19/3/2026), yang kemudian ditayangkan melalui kanal YouTube resmi pada Minggu (22/3/2026) dengan judul “Prabowo Menjawab 2“.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa anggaran MBG lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan rakyat, khususnya mengatasi masalah stunting dan malnutrisi pada anak-anak di daerah pedesaan.
Presiden menggambarkan kondisi yang ia saksikan langsung selama masa kampanye, di mana banyak anak berusia 11 tahun memiliki postur tubuh seperti anak berusia 4 tahun akibat kekurangan gizi.
“Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” tegasnya, seraya menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.
Program MBG, yang telah berjalan sejak awal pemerintahan Prabowo, disebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat dan menciptakan lapangan kerja signifikan melalui pengoperasian ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta keterlibatan petani, nelayan, dan UMKM lokal.
Meski demikian, pemerintah tengah melakukan evaluasi dan penyesuaian, termasuk penghentian sementara operasional lebih dari 1.000 dapur SPPG untuk pembenahan standar kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan.
Pernyataan Presiden ini muncul di tengah diskusi publik mengenai efisiensi anggaran negara akibat dampak krisis global. Pemerintah menyatakan tetap memiliki ruang untuk penghematan di sektor lain tanpa mengganggu program prioritas seperti MBG.
Program ini terus menjadi salah satu flagship kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengurangi kerawanan pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.











