Dpnews Indonesia || Purwakarta – Gemuruh sorak-sorai penonton memadati Stadion Purnawarman, Minggu (19/4/2026), menandai puncak kemeriahan ajang bergengsi Piala Bupati Purwakarta 2026.
Turnamen yang dikhususkan bagi Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 tahun ini resmi berakhir dengan melahirkan talenta-talenta muda potensial. Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Purwakarta terus berjalan konsisten dan menunjukkan tren positif.
Ketua Askab PSSI Purwakarta, Kamal S.S., yang hadir langsung dalam partai final, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Terima kasih dan apresiasi luar biasa untuk panitia pelaksana, klub-klub peserta, serta masyarakat Purwakarta yang telah mendukung penuh terselenggaranya turnamen ini,” ujarnya di sela penyerahan trofi.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri.
“Selamat kepada para juara. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkembang menuju level yang lebih profesional,” tambahnya.
Lebih dari sekadar turnamen, Askab PSSI Purwakarta menegaskan komitmen untuk menjadikan ajang ini sebagai fondasi pembinaan jangka panjang.
Kamal menekankan pentingnya pembenahan regulasi serta kesinambungan program pembinaan agar para pemain muda tidak kehilangan arah dalam proses pengembangan.
“Target kami jelas. Sepak bola usia dini Purwakarta harus mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat regional Jawa Barat,” tegasnya optimistis.
Sementara itu, Sekretaris Askab PSSI Purwakarta, Asep Dzulvickor, mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan pesat pembinaan sepak bola di daerahnya.
Menurutnya, keberhasilan para pemain muda meraih prestasi menjadi indikator bahwa sistem pembinaan sudah berjalan di jalur yang tepat.
“Kami bangga melihat potensi luar biasa ini. Askab akan terus mendorong para penggiat sepak bola untuk mampu mengorbitkan pemain hingga ke tingkat regional,” ungkapnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang harus segera diatasi, terutama terkait dukungan anggaran dan ketersediaan fasilitas.
“Prestasi tidak cukup hanya mengandalkan skill dan latihan. Diperlukan dukungan anggaran yang memadai serta sarana olahraga yang berkualitas agar pembinaan berjalan maksimal,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya turnamen ini, Stadion Purnawarman tidak hanya menjadi saksi penyerahan trofi, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola usia dini Purwakarta menuju panggung yang lebih luas.











