Dpnews Indonesia || Jakarta – Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat kenaikan signifikan dalam dua hari perdagangan terakhir per 21-22 April 2026. Harga saham sempat melonjak hingga 18-25 persen, dari level sekitar Rp 2.600 ke kisaran Rp 3.080-Rp 3.850, dengan volume perdagangan yang cukup aktif.
Lonjakan ini terjadi di tengah deretan aksi korporasi dari pengendali mayoritas, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG). MUFG Bank Ltd. saat ini menguasai sekitar 92,47 persen saham BDMN, menjadikannya bank dengan kepemilikan asing yang dominan di Indonesia.
Beberapa aksi korporasi terkini yang memengaruhi sentimen pasar antara lain:
Pembagian Dividen: Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 31 Maret 2026, pemegang saham menyetujui dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp142,19 per saham atau total sekitar Rp1,4 triliun (35 persen dari laba bersih Rp 4 triliun). Dividen dijadwalkan dibayarkan pada 30 April 2026.
Perubahan Kepemimpinan: Nobuya Kawasaki, tokoh senior MUFG dengan pengalaman luas di M&A dan perbankan Asia, diusulkan sebagai Direktur Utama baru menggantikan Daisuke Ejima. Perubahan ini telah disetujui pemegang saham dan mencerminkan komitmen MUFG memperkuat integrasi strategis.
keuangan.
Peran sebagai Holding Company: OJK telah menetapkan Danamon sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional MUFG di Indonesia, mengonsolidasikan bisnis seperti Adira Finance dan entitas lain untuk ekspansi lebih terintegrasi.
Analis menilai gerak saham BDMN didukung fundamental solid Danamon, termasuk pertumbuhan laba bersih 14 persen pada 2025, serta sinergi dengan ekosistem MUFG di Asia Tenggara. Namun, pergerakan harga juga dipengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan dan potensi tender offer terkait perubahan pengendali.
Hingga berita ini diturunkan, perdagangan saham BDMN masih berfluktuasi. Investor disarankan memantau perkembangan lebih lanjut dari pihak perseroan dan regulator.











