Dpnews Indonesia || Cianjur – Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur H. Tata A.Pi., M.M. menyampaikan harapannya usai mengikuti tahapan tes tertulis Computer Assisted Test (CAT) bersama para calon pimpinan lainnya. Ia menegaskan bahwa siapapun yang nantinya mendapat amanah memimpin BAZNAS periode 2026–2031 harus mampu membawa kinerja yang lebih baik dari masa sebelumnya.
Sebagai petahana, H. Tata mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti proses seleksi. Menurutnya, banyaknya peserta menjadi cerminan kepedulian publik terhadap tata kelola zakat yang profesional dan transparan di Cianjur. Ia menilai peran BAZNAS sangat strategis dalam mengangkat kesejahteraan mustahik, terutama kelompok yang paling membutuhkan.
H. Tata memaparkan bahwa materi seleksi pengetahuan dasar terbagi dalam tiga pilar utama: regulasi zakat, fikih zakat, dan wawasan kebangsaan. Ketiga aspek itu menjadi tolok ukur penting bagi calon pimpinan agar memiliki pemahaman komprehensif, baik dari sisi hukum syariat maupun kerangka konstitusional negara.
Ketika disinggung soal peluangnya kembali terpilih, H. Tata bersikap rendah hati. Di usia 64 tahun, ia menyebut keikutsertaannya lebih sebagai bentuk pengabdian daripada ambisi jabatan. Jika tidak lagi mendapat kepercayaan, ia menerima itu sebagai waktu untuk beristirahat dan memberi ruang bagi generasi berikutnya.
Meski demikian, ia tetap menyatakan kesiapan mengabdi bila masyarakat dan panitia seleksi masih menganggapnya layak. Baginya, pelayanan kepada umat tidak terikat pada posisi formal, melainkan pada niat dan tanggung jawab yang diemban.
Dalam refleksinya, H. Tata juga jujur menyebut sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas selama masa kepemimpinannya. Penghimpunan zakat mal menjadi sorotan utama karena baru mencapai sekitar 30 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan masih besarnya potensi zakat yang belum tergarap optimal di Cianjur.
Selain itu, penghimpunan zakat dari ASN pemerintah daerah juga perlu dibenahi. H. Tata mengakui bahwa ASN di lingkungan Kementerian Agama sudah menunjukkan kontribusi yang baik, sementara ASN di lingkungan Pemkab Cianjur masih memerlukan penguatan sistem dan edukasi agar kesadaran berzakat semakin tumbuh.
H. Tata menekankan bahwa pergantian kepemimpinan adalah dinamika wajar dalam organisasi. Ia berkomitmen mendukung penuh pimpinan terpilih dan siap menyampaikan catatan PR yang belum selesai agar dapat dilanjutkan. Jika tidak terpilih, ia berencana memusatkan diri pada pembinaan santri dan jamaah di pesantren serta aktivitas keagamaan di masjid.
H. Tata menambahkan dan berpesan agar pimpinan BAZNAS yang baru senantiasa berpegang pada regulasi dan ketentuan syariat Islam. Ia mengingatkan bahwa pedoman penghimpunan zakat termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 103, sementara pendistribusiannya diatur dalam ayat 60. Menurutnya, kepatuhan pada dua dasar itu menjadi kunci kepercayaan publik sekaligus keberkahan pengelolaan zakat.











