Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Belasan Siswa SD di Cianjur Selatan Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan Es Tuyul Usai Olahraga

99
×

Belasan Siswa SD di Cianjur Selatan Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan Es Tuyul Usai Olahraga

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Insiden keracunan kembali terjadi di lingkungan sekolah dasar. Sebanyak 15 siswa SD Negeri Ciadeg yang berada di Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, mengalami dugaan keracunan pada Rabu, 13 Mei 2026. Para siswa jatuh sakit setelah mengonsumsi minuman berwarna mencolok yang akrab disebut “es tuyul.

Kondisi siswa langsung ditangani oleh tenaga medis setempat Dari 15 korban, sembilan anak harus dirawat intensif di RSUD Pagelaran, sementara enam lainnya mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Pagelaran. Kecepatan penanganan ini membantu mencegah kondisi mereka memburuk

Baca juga :  Dugaan Kasus Pemerasan 20 Miliar Rupiah Oleh Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jaya Jaksel

Camat Pagelaran, Jatnika Yusep, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa gejala yang dialami para siswa muncul tidak lama setelah mereka membeli dan meminum es tersebut. Keluhan yang dirasakan meliputi pusing, mual, sakit perut, dan tubuh terasa lemas

Pihak kepolisian sudah turun tangan untuk menyelidiki sumber minuman. Menurut Jatnika, aparat kepolisian saat ini sedang mendatangi rumah penjual es tuyul untuk meminta keterangan dan mengamankan sampel minuman. Penyelidikan ini penting agar penyebab pasti keracunan bisa diketahui secara ilmiah.

Baca juga :  Wakili Kapolres Purwakarta, Kapolsek Jatiluhur Hadiri Pembahasan RPJMD 2025-2029

Dugaan sementara mengarah pada penggunaan pewarna makanan berbahaya. Informasi dari pihak sekolah menyebutkan bahwa warna es tuyul yang dijual terlalu mencolok dan tidak wajar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pedagang menggunakan pewarna tekstil atau pewarna lain yang tidak layak konsumsi.

Baca juga :  Babinsa Koramil 1708/Sukahaji Dampingi Kegiatan Pengubinan di Poktan Kayujaran Desa Palabuan

Pemerintah kecamatan memastikan kejadian ini tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis. Jatnika menegaskan bahwa MBG dibagikan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, sedangkan peristiwa keracunan terjadi siang hari setelah siswa selesai olahraga dan jajan di luar sekolah. Jadi tidak ada kaitannya dengan program pemerintah tersebut

Sampel minuman akan diuji di laboratorium untuk memastikan kandungan di dalamnya. Langkah ini dilakukan agar ada kepastian hukum dan kesehatan terkait bahan-bahan yang digunakan pedagang. Hasil uji laboratorium nanti akan menjadi dasar tindakan lanjutan.

Baca juga :  Mencegah dan Antisipasi Kejahatan Polsek Tambelang Gelar Operasi Malam Hari

Pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam, Puskesmas, dan sekolah sepakat meningkatkan pengawasan jajanan anak. Sosialisasi akan segera dilakukan untuk mengedukasi siswa, orang tua, dan pedagang tentang bahaya makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kesehatan. Pengawasan di sekitar sekolah juga akan diperketat

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak.Jatnika menekankan bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat lebih selektif dalam memilih jajanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolahnya

Baca juga :  Puluhan Ustaz Dan Ustadzah Menerima Dana Insentif Guru Ngaji
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!