Dpnews Indonesia || Cianjur – Suasana khidmat menyelimuti halaman Mapolres Cianjur pada pemberangkatan 73 calon jemaah haji kloter 24 JKS tahun ini. Ada yang berbeda dari biasanya: pelepasan dilakukan langsung di lingkungan kepolisian, bukan di gedung pemerintahan atau Kemenag. Momen ini menjadi simbol kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam memuliakan tamu Allah.
Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, dan kemenhaj ,secara resmi melepas keberangkatan para calon haji bersama Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi. Dalam sambutannya, Abi Ramzi menyampaikan apresiasi atas fasilitasi luar biasa yang diberikan Polres Cianjur. “Baru beberapa menit lalu kita di fasilitasi, dan ini luar biasa. Kabupaten Cianjur hari ini memberangkatkan 73 calon jemaah haji. Momen ini menjadi ajakan bagi semua untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya.
Menurut Abi Ramzi, dari dua hari yang lalu persiapan sudah di lakukan menunjukkan keseriusan semua pihak. Ia berharap semangat sinergi ini tidak berhenti pada pemberangkatan haji saja, tetapi menjadi pemantik semangat gotong royong di berbagai bidang pembangunan di Cianjur.
Di tempat yang sama, Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata tugas pokok Polri: melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang. “Kami ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa di Cianjur, seluruh aparatur dan masyarakat mampu mewujudkan sinergitas dan kolaborasi dalam hal kebaikan,” tegasnya.
Sejak dua hari sebelumnya, Polres Cianjur telah membuka layanannya untuk para tamu Allah. Mulai dari pengamanan, pengaturan, hingga pendampingan bagi jemaah lanjut usia. Salah satu jemaah tertua yang berangkat tahun ini berusia 91 tahun. “Insyaallah kami berikan pelayanan terbaik. Semoga beliau menjadi tamu Allah yang mulia dan kembali dengan haji mabrur,” ucap Kapolres.
AKBP Akhmad Alexander yurhiko Hadi juga menyoroti pentingnya menjaga rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk profesi yang selama ini rentan mendapat tekanan seperti wartawan. Ia menyebut, ancaman terhadap jurnalis di beberapa daerah menjadi perhatian serius. “Tanpa memandang profesi, Polri siap melindungi. Di Kaltim kemarin ada ancaman kepada wartawan, dan itu tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa saat ini Polri telah mengaktifkan layanan darurat 110 yang beroperasi 24 jam. Masyarakat diminta tidak ragu melapor, sekecil apa pun gangguan yang dirasakan. “Jangankan bentuk gangguan besar, ketidaknyamanan seperti pertengkaran suami istri saja kami tindak lanjuti. Lapor saja, kami pasti merespons,” jelasnya.
Pemberangkatan haji tahun ini diharapkan menjadi pemicu semangat kebaikan yang menular ke seluruh elemen masyarakat. Polres Cianjur ingin mengubah stigma bahwa kantor polisi hanya tempat urusan hukum, menjadi ruang pelayanan publik yang hangat dan terbuka.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat, Cianjur menunjukkan bahwa kebaikan bisa diwujudkan ketika semua pihak bergerak bersama. Ke-73 jemaah haji yang berangkat hari ini membawa doa seluruh warga Cianjur agar menjadi duta kebaikan, baik di Tanah Suci maupun ketika kembali ke tanah air.











