Dpnews Indonesia || Seattle – Starbucks Corp. melakukan pemangkasan karyawan di divisi teknologi kantor pusatnya di Seattle. Sebanyak 61 posisi korporat terdampak sebagai bagian dari reorganisasi internal perusahaan.
Menurut dokumen Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) yang diajukan ke negara bagian Washington, pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut merupakan hasil restrukturisasi departemen teknologi di Starbucks Support Center. Posisi yang terdampak meliputi cybersecurity analyst, technical product manager, systems analyst, systems administrator, scrum master, dan architect.
PHK dijadwalkan berlangsung bertahap, dengan pemisahan pertama pada 20 Juni 2026 dan seluruh proses selesai pada 28 Agustus 2026. Karyawan yang terdampak telah diberitahu sejak April lalu.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan di bawah kepemimpinan CEO Brian Niccol untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses kerja, serta memangkas biaya di tengah strategi turnaround “Back to Starbucks”. Baru-baru ini, Starbucks juga mengumumkan pemangkasan sekitar 300 karyawan korporat pendukung di berbagai kantor regional AS.
Starbucks belum memberikan komentar resmi lebih lanjut terkait dampak PHK ini terhadap operasional teknologi perusahaan. PHK tersebut tidak memengaruhi karyawan di gerai-gerai penjualan.
Perusahaan kopi raksasa ini terus melakukan penyesuaian struktur organisasi guna mendukung pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah dinamika pasar ritel global.











