Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Curi Perhatian Nasional, Gus Fawait Beberkan Alasan Mobilisasi Massif ASN Jember Kunjungi Rumah ke Rumah Warga

200
×

Curi Perhatian Nasional, Gus Fawait Beberkan Alasan Mobilisasi Massif ASN Jember Kunjungi Rumah ke Rumah Warga

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jember – Langkah Bupati Jember Muhammad Fawait alias Gus Fawait yang mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember untuk turun langsung ke rumah-rumah warga menuai perhatian nasional. Gus Fawait menjelaskan kebijakan tersebut sebagai upaya konkret mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Dalam keterangan resminya, Gus Fawait menyatakan bahwa mobilisasi ASN dilakukan untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan secara langsung di lapangan. Menurutnya, data yang selama ini ada sering kali tidak akurat karena hanya mengandalkan metode administratif tanpa verifikasi lapangan yang memadai.

Baca juga :  Kepala BGN: Siswa Dapat Usulkan Menu Sendiri dalam Program Makan Bergizi Gratis

“Kita tidak mau lagi ada data silang sengkarut. ASN harus turun ke bawah, melihat langsung kondisi warga, sehingga program intervensi pemerintah bisa tepat sasaran,” ujar Gus Fawait, seperti dikutip dari pernyataannya yang beredar luas di media.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Jember. Ribuan ASN dikerahkan secara masif untuk mendatangi rumah warga, mendata kondisi ekonomi, kesehatan, dan hunian, sekaligus memastikan bantuan seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program home care tepat sasaran.

Baca juga :  Seorang Pemuda Ditangkap Satres Narkoba Polres Purwakarta Setelah Ketahuan Pake Sabu

Program ini mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian warga mengapresiasi kehadiran langsung aparat pemerintah, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai bentuk pendekatan baru yang lebih humanis dalam pelayanan publik.

Hingga saat ini, Pemkab Jember terus memantau pelaksanaan verval tersebut dengan harapan dapat menjadi model penanganan kemiskinan yang efektif di tingkat daerah.

Baca juga :  Polres Bogor Bongkar Sindikat Penyelewengan BBM Bersubsidi, Kerugian Negara Capai Rp 12,5 Miliar
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!