Dpnews Indonesia || Jakarta – Menjelang puncak ibadah haji 2026, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) memperkuat kerjasama dengan otoritas keamanan Arab Saudi guna meningkatkan perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia.
Wakapolri menekankan pentingnya sinergi bilateral untuk memastikan keamanan dan kelancaran ibadah bagi ratusan ribu jemaah Indonesia yang tengah berada di Tanah Suci. Koordinasi ini mencakup pertukaran informasi intelijen, pengawasan kerumunan, serta penanganan darurat di lokasi-lokasi utama seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus mempererat kolaborasi dengan pihak keamanan Saudi untuk mencegah segala potensi risiko,” ujar Wakapolri dalam keterangan resminya.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya kepadatan jemaah menjelang puncak haji yang diperkirakan berlangsung pada awal Juni 2026. Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan tim kesehatan, petugas haji, dan skema evakuasi darurat sebagai antisipasi.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya gangguan keamanan signifikan terhadap jemaah Indonesia di Arab Saudi.











