Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Usung Tagline ‘Jaga Prabowo, Jaga Indonesia’, Ratusan Petani Cianjur Ikuti Aksi Damai Nasional

68
×

Usung Tagline ‘Jaga Prabowo, Jaga Indonesia’, Ratusan Petani Cianjur Ikuti Aksi Damai Nasional

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Ratusan petani dari HKTI dan Tani Merdeka Kabupaten Cianjur berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi damai. Keberangkatan ini dipimpin langsung oleh Hasan Munadi. Menurutnya, aksi ini murni untuk kebaikan petani dan kesejahteraan masyarakat luas, bukan untuk mencari konflik.

Hasan Munadi menegaskan ruang publik saat ini dipenuhi narasi pesimis yang membuat rakyat ragu pada masa depan bangsa. Indonesia disebut mau bangkrut, kehilangan arah, dan tidak punya harapan. Ia menolak keras cara berpikir seperti itu karena menurutnya bangsa ini masih punya modal besar untuk berdiri mandiri.

Baca juga :  Sosialisasi Anti Perundungan Di Sekolah Oleh Kanit Reskrim Polsek Maja Polres Majalengka

Dalam pernyataannya, Hasan menekankan HKTI dan Tani Merdeka tidak anti kritik. Kritik adalah vitamin demokrasi. Tapi kritik harus berbasis data, fakta, dan kejujuran. Ia menolak kritik yang berubah jadi propaganda untuk meyakinkan rakyat bahwa negara ini sudah gagal sebelum perjuangannya selesai.

Kami datang bukan untuk membungkam kritik. Kami datang untuk melawan kebohongan dan menjaga harapan bangsa,” ujar Hasan. Ia menilai Presiden Prabowo Subianto sedang menempuh jalan yang benar, yaitu membawa Indonesia keluar dari ketergantungan impor dan membangun kedaulatan.

Swasembada pangan bukan sekadar program, tapi perjuangan agar beras, jagung, gula, dan kebutuhan pokok tidak lagi bergantung impor. Begitu juga swasembada energi. Indonesia kaya sumber daya, jadi tidak seharusnya terus bergantung pada energi luar negeri.

Baca juga :  Prabowo Terima Luhut dan Chatib Basri di Istana, Bahas Ekonomi di Tengah Spekulasi Reshuffle

Hilirisasi juga jadi sorotan. Bagi mereka, hilirisasi bukan cuma soal bangun pabrik. Ini perjuangan agar nikel, sawit, hasil laut, dan migas diolah di dalam negeri. Dengan begitu tercipta lapangan kerja, industri tumbuh, dan kekayaan alam tidak dijual murah sebagai bahan mentah.

Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, reforma agraria, dan program kerakyatan lain dilihat sebagai satu paket besar. Tujuannya jelas: menjadikan Indonesia mandiri, berdaulat, dan kuat dari desa. Mereka menolak pembatalan program secara serampangan. Audit, perbaiki, hukum pelanggar, lalu lanjutkan manfaatnya.

Hasan sadar jalan kemandirian tidak mudah. Ada praktik monopoli, pemburu rente, dan kelompok yang tidak ingin kekayaan bangsa kembali ke rakyat. Setiap langkah besar menuju kemandirian pasti diganggu karena banyak kepentingan lama yang terusik.

Baca juga :  Satgas Yonif 323 Buaya Putih Obati Warga yang Terluka Robek di Tangan

Prabowo tidak boleh berjalan sendirian,” tegasnya. Petani, pedagang, nelayan, pelaku UMKM, semua adalah bagian dari rakyat yang ingin Indonesia berdiri tegak dan dihormati dunia. Pesan aksi hari ini: kami diam bukan berarti tidak ada, dan tidak akan membiarkan perjuangan kemandirian diserang tanpa perlawanan.

Dalam narasi aksi, ada delapan alasan utama dukungan. Mulai dari arah kemandirian nasional, data BPS yang menunjukkan ekonomi tumbuh 5,61 persen di triwulan I 2026, hilirisasi yang realisasinya capai Rp584,1 triliun di 2025, hingga pentingnya tata niaga ekspor satu pintu agar Indonesia punya daya tawar. Energi dan pangan nasional juga dinilai harus dikelola untuk rakyat, bukan jadi ladang rente.

Aksi ini mengusung tagline “JAGA PRABOWO, JAGA INDONESIA”. Pesannya tegas: mandat rakyat harus dikawal, stabilitas dijaga, program rakyat kecil jangan dihentikan. Kritik boleh, gulingkan pemerintahan jangan. Jangan bakar negeri demi ambisi politik. Prabowo dipilih rakyat, jangan ganggu mandat rakyat, seru Hasan menutup pernyataannya.

Baca juga :  MWC PCNU Kabupaten Cianjur Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!