Dpnews Indonesia || Cianjur – MTs Assalafiyyah Assirojiyyah di Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, diduga memotong dana Program Indonesia Pintar (PIP) siswa sebesar Rp 150.000 dari total Rp 750.000 per penerima. Informasi itu terungkap pada Senin, 22/6/2026.
Salah seorang orang tua siswa kelas 8 yang enggan disebutkan namanya mengaku dana yang diterima anaknya tidak utuh.
“Anak saya kelas 8 menerima bantuan PIP Rp 750.000, dipotong katanya untuk pemberi aspirasi Rp 150.000 jadi sisa Rp 600.000. Namun uang Rp 600.000 itu juga langsung dipotong sekolah untuk membayar tunggakan. Jadi saya tidak bawa uang sepeser pun. Kasian, tadinya mau saya pakai beli buku atau peralatan sekolah anak,” ungkapnya kepada wartawan.
Ia juga menyebut pembagian dana PIP dilakukan secara kolektif di sekolah, bukan di bank. Buku tabungan PIP disebutnya dipegang pihak sekolah.
Kepala MTs Assalafiyyah Assirojiyyah, Endah Wahyudin, membenarkan adanya pemotongan Rp150.000. Menurutnya, potongan itu sudah disepakati sejak awal sebelum pencairan dana.
“Ya, Rp 150.000 itu untuk pemberi aspirasi dan itu sudah kesepakatan awal serta disetujui para orang tua siswa,” jelasnya.
Wahyudin menambahkan, penerima PIP Aspirasi di madrasahnya berjumlah 218 siswa dan PIP reguler sekitar 40 siswa. Seluruh dana dibagikan secara kolektif di sekolah, baik PIP Aspirasi maupun reguler.
“Untuk buku tabungan tidak di kami, tapi dipegang penerima,” pungkasnya.











