Dpnews Indonesia || Cianjur – Sektor 6 Satgas Citarum harum Subsektor 3 kembali menorehkan aksi nyata untuk lingkungan. Selasa, 23 Juni 2026 pukul 08.00 WIB, kegiatan penanaman pohon digelar di bantaran Sungai Cisokan, Kp Rangga Keling RT 13/04, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Sebanyak 750 bibit pohon berhasil ditanam di lahan yang sebelumnya gundul.
Kegiatan kali ini terasa istimewa karena diramaikan langsung oleh anak-anak SDN Sindangjaya 1. Kehadiran para siswa-siswi bukan hanya menambah semangat, tapi juga menjadi simbol awal penanaman kesadaran lingkungan sejak usia dini. Mereka tampak antusias menggali tanah, memasukkan bibit, dan menyiram pohon yang baru ditanam.
Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus, menegaskan bahwa aksi ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk meminimalisir kerusakan alam di sekitar aliran sungai. Kami akan terus menekan kerusakan alam di bantaran sungai. Penanaman pohon ini salah satu langkah konkretnya,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih dari sekadar menanam, Kolonel Inf Jhonson mangasitua Sitorus menekankan pentingnya pelibatan warga. Menurutnya, ketika masyarakat merasa memiliki, maka mereka akan menjaga pohon itu sampai tumbuh besar. “Kita ingin pohon ini bukan hanya ditanam hari ini, tapi dijaga untuk anak cucu kita kelak,” tambahnya.
Kepala Desa Sindangsari, Rina Hadi Suartika, turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi sinergi antara TNI, perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, petani, dan pihak sekolah. Kolaborasi ini, kata Rina, menjadi kunci keberhasilan program reboisasi di wilayahnya.
Antusiasme warga terlihat jelas sejak pembukaan acara. Tua muda, dari perangkat desa hingga petani setempat, bahu-membahu menanam bibit. Suasana gotong royong itu memunculkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem sungai Cisokan agar terhindar dari banjir dan longsor.
Euis Dartika, guru sekaligus pembina Pramuka SDN Sindangjaya 1, menyambut baik keterlibatan anak didiknya. Ini sangat bermanfaat untuk mendidik mereka sadar reboisasi. Mereka praktik langsung cara menanam pohon dan memahami manfaatnya,jelasnya.
Menurut Bu Euis, pelajaran tentang pohon tidak cukup dari buku saja. Anak-anak perlu merasakan langsung bagaimana menanam di lahan gundul. Pohon itu menyerap air, menahan tanah, dan jadi cadangan oksigen. Kalau mereka paham sejak kecil, cinta lingkungan akan tumbuh bersama mereka,tuturnya.
Dengan tertanamnya 750 pohon baru hari ini, diharapkan bantaran Cisokan Ciranjang berangsur-angsur kembali hijau. Aksi kecil yang melibatkan anak-anak ini menjadi harapan besar: menumbuhkan generasi yang peduli alam, agar sungai dan lingkungan tetap lestari untuk masa depan.











