Dpnews Indonesia || Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengumumkan bahwa lima peserta Program Seleksi Pendidikan dan Pelatihan Inti (SPPI) meninggal dunia selama pelaksanaan kegiatan. Penyebab kematian bervariasi, mulai dari heat stroke hingga tuberkulosis (TBC).
Juru bicara Kemenhan menyatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga masing-masing almarhum yang juga merupakan calon manajer koperasi desa (Kopdes). Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya lima peserta SPPI. Kesehatan peserta menjadi prioritas utama, namun dalam kasus ini faktor medis telah menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan,” ujar jubir Kemenhan dalam keterangan resminya.
Menurut keterangan resmi, kelima peserta meninggal akibat komplikasi kesehatan yang muncul selama program berlangsung. Kemenhan menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak kesehatan terkait untuk memastikan penanganan yang tepat dan investigasi internal dilakukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Program SPPI sendiri merupakan bagian dari upaya Kemenhan dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas, termasuk calon pengelola koperasi desa yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi di tingkat pedesaan.
Sampai saat ini, Kemenhan terus memantau kondisi kesehatan peserta program lainnya dan menjamin transparansi dalam penanganan kasus ini.











