Dpnews Indonesia || Cianjur – Memasuki periode pergantian kepengurusan, Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Kabupaten Cianjur melakukan langkah strategis berupa pemetaan ulang portofolio program. Kebijakan ini ditempuh sebagai bentuk adaptasi tata kelola agar roda organisasi tetap berjalan stabil di tengah dinamika transisi kepemimpinan.
Langkah konsolidasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani,M.Pd. Menurutnya, masa peralihan kepemimpinan menuntut adanya penyesuaian internal agar setiap kebijakan yang diambil tetap selaras dengan visi kelembagaan dan amanat pengelolaan zakat.
Dalam masa konsolidasi ini, BAZNAS Cianjur memutuskan untuk memfokuskan operasionalnya pada dua klaster layanan utama. Kedua layanan yang tetap berjalan adalah Program Sehat yang mencakup layanan kesehatan preventif dan kuratif, serta Program Ibnu Sabil yang menyasar bantuan kemanusiaan bagi musafir dan pelaku perjalanan yang membutuhkan.
Sementara itu, seluruh program lain yang biasanya dijalankan BAZNAS Cianjur untuk sementara dihentikan. Penghentian ini bukan berarti menutup layanan secara permanen, melainkan bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas, sasaran, dan dampak dari setiap program yang ada.
Hilman menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas. Di tengah proses regenerasi kepemimpinan, lembaga perlu memastikan bahwa setiap rupiah dana zakat yang dikelola tetap disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.
Fleksibilitas dan efisiensi anggaran menjadi instrumen utama kami saat ini,” jelas Hilman. Ia menambahkan, penyesuaian ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun pemborosan sumber daya selama masa transisi berlangsung.
Lebih lanjut, Hilman menjelaskan bahwa reposisi sumber daya dilakukan dengan menitikberatkan pada sektor-sektor yang memiliki tingkat kedaruratan tinggi. Kesehatan dan kemanusiaan dinilai menjadi dua bidang yang tidak bisa ditunda penanganannya, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
Kami melakukan reposisi sumber daya dengan menitikberatkan pada dua sektor yang memiliki tingkat kedaruratan tinggi. Keputusan ini bukan merupakan penghentian layanan, melainkan upaya penyesuaian ritme operasional agar proses regenerasi kepemimpinan dapat berjalan asertif dan terstruktur, ujar Hilman.
Ke depan, setelah proses evaluasi dan konsolidasi internal selesai, BAZNAS Cianjur menargetkan seluruh program dapat kembali berjalan secara optimal dengan skema yang lebih terukur. Lembaga berharap dukungan masyarakat dan para muzaki tetap terjaga, sehingga penyaluran zakat, infak, dan sedekah dapat terus memberikan manfaat luas bagi warga Cianjur.











