Dpnews Indonesia || Cianjur – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 6 kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekargalih yang berada di bawah naungan Yayasan Insan Raudhatul Jannah. Sidak tersebut dilakukan pada Selasa, 16 September 2026 di Desa Mekargalih RT 03 RW 01, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Sidak dipimpin langsung oleh Komandan Sektor (Dansektor) 6 Citarum Harum, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus. Dalam sidak tersebut, tim menemukan pelanggaran fatal terkait pengelolaan limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Dansektor 6 mengungkapkan, dapur SPPG Mekargalih terbukti membuang limbah cair hasil kegiatan masak langsung ke Sungai Cisokan yang merupakan aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Padahal, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai baku mutu.
Kali ini kami menemukan pelanggaran yang sangat fatal, karena pembuangan limbah SPPG dibuang langsung ke Sungai Cisokan yang mengalir ke DAS Citarum. Kami sangat menyayangkan tindakan dapur yang tidak bertanggung jawab ini, tegas Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus di lokasi sidak.
Selain persoalan limbah, Satgas Citarum Harum Sektor 6 juga menemukan temuan lain terkait kualitas program MBG. Tim menilai isi porsi Makan Bergizi Gratis yang disajikan dari dapur tersebut kurang memadai dan tidak sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
Kolonel Jhonson mengaku sangat kecewa dengan pengelola dapur. Menurutnya, dapur tersebut telah beroperasi selama 9 bulan namun mengabaikan kewajiban pemasangan IPAL dan baku mutu lingkungan yang sudah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pengelola dapur SPPG Mekargalih. Pihaknya tidak akan mentolerir adanya pencemaran sungai, terlebih program Citarum Harum tengah berupaya keras memulihkan ekosistem sungai.
Menanggapi temuan tersebut, Mitra SPPG Mekargalih, Hesti, mengakui adanya pelanggaran pembuangan limbah tersebut. Ia berdalih pihaknya masih dalam proses koordinasi untuk pemasangan IPAL.
Kami mengakui adanya pembuangan limbah ini, cuma kami lagi berkoordinasi dengan berbagai pihak dan atasan kami. Sabtu-Minggu sebetulnya kita mau pasang IPAL-nya, ujar Hesti saat dikonfirmasi di lokasi yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, Satgas Citarum Harum Sektor 6 menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh dapur SPPG di wilayah kerjanya agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak merusak upaya pemulihan Sungai Citarum.











