Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

OJK Ancam Sanksi Berat bagi Manipulator Saham, Denda Rp 600 Miliar Terkait Pelanggaran BREN dan CUAN

59
×

OJK Ancam Sanksi Berat bagi Manipulator Saham, Denda Rp 600 Miliar Terkait Pelanggaran BREN dan CUAN

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen penegakan hukum di pasar modal dengan menjatuhkan sanksi administratif berat kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat manipulasi dan pelanggaran dalam perdagangan serta penawaran umum saham. Khusus terkait PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), total denda yang dikenakan mencapai Rp600 miliar.

Pemeriksaan OJK menemukan praktik menyesatkan dalam proses penjatahan saham IPO BREN dan CUAN. Sejumlah pihak yang terafiliasi dengan pemegang saham pengendali memperoleh alokasi saham dalam jumlah besar sambil mengaburkan identitas mereka. Akibatnya, kepemilikan saham terkonsentrasi pada kelompok tertentu dan likuiditas di pasar menjadi terbatas.

Baca juga :  Nurjanah Tenaga Kerja Turki Mendapat Perlakuan Yang Tidak Manusiawi

Atas pelanggaran Pasal 107 Undang-Undang Pasar Modal (sebagaimana diubah melalui UU P2SK), OJK menetapkan denda Rp500 miliar kepada AH Ltd terkait kasus BREN dan Rp100 miliar kepada TC Pte Ltd terkait kasus CUAN. Sanksi serupa juga dikenakan kepada sejumlah anggota bursa serta pembekuan izin bagi pihak yang terlibat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menekankan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari reformasi integritas pasar modal. “OJK tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat jika pelanggaran menuntut konsekuensi hukum yang tegas,” ujarnya.

Langkah ini memperkuat sinyal bahwa praktik manipulasi dan pengaburan informasi tidak akan ditoleransi. OJK terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum secara konsisten demi menjaga kepercayaan investor dan integritas pasar modal Indonesia.

Baca juga :  OJK Cabut Izin Usaha Sembilan BPR/BPRS hingga Pertengahan Juli 2026
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!