Dpnews Indonesia || Karawang – 2 Oknum Pemdes Gebang Jaya kecamatan Cibuaya kabupaten Karawang yang diduga mengintimidasi warganya. Terkait postingan kritikan di media sosial facebook, akhirnya sekdes Gebang Jaya angkat bicara. Pada Minggu, (31/03/24).
Berawal dari sebuah postingan di media sosial facebook. Salah satu warga menjelaskan pada awak media bahwa dia di datangi 2 oknum Pemdes desa Gebang Jaya. Iya merasa di intimidasi karna menurut nya, 2 oknum berinisial T dan K tersebut mempersalahkan postingan nya di Facebook, dan marah di rumah BPD.
“Pihak oknum pemdes berinisial T dan K datangi saya saat di rumah BPD, terkait postingan saya di Facebook, padahal saya buat postingan itu hanya mengkritik, supaya pembangunan tidak fokus ke TPT saja. Karna masih banyak jalan setapak (Japak) yang perlu di perhatikan. Apalagi di musim penghujan itu selalu tergenang air dan sulit untuk di lewati.” Ucapnya.
“Lagi pula mengkritik atau menyampaikan pendapat itu adalah hak semua masyarakat kan, kenapa 2 (dua) oknum pemdes tersebut malah mengintimidasi saya, sampai mau ribut sama saya, padahal saya ini warganya lho.” Tutupnya.
Namun setelah kami bertemu dengan 2 oknum Pemdes yang di maksud pada pukul 12:30 Minggu (31/03/24) di kediaman nya pihak oknum tersebut mengklarifikasi (angkat bicara dan menjelaskan) bahwa itu tidak benar dan bohong.
“Itu ga benar, semua apa yang di utarakan sama masyarakat tersebut tidak benar, adapun kami sedang lewat mecari kepala desa lalu kami di berhentikan oleh nya di rumah BPD. Dia yang marah marah namun kami tidak menanggapi,” ucapnya.
“Adapun kami hanya memberi arahan jika ada yang ingin di usulkan silakan bicara sama RT, RW, Kepala Dusun atau sama saya pribadi. Kita selesaikan dengan kepala dingin jangan membalikan fakta dan membuat cerita bohong pada awak media,” pungkasnya.
“Lagi pula kita tidak mempermasalahkan postingan dia di facebook. Itu hak nya, bagus mengkritik. Cuma terkait kami mendatangi dia di rumah BPD itu tidak benar, adapun kami di berhentikan dan masyarakat tersebut tiba tiba marah pada kami,” tutupnya.
Namun dari Nuryaman selaku kepala desa Gebang Jaya, diduga tutup mata pasalnya enggan ditemui awak media saat dikonfirmasi. Hingga berita ini di terbitkan. Belum ada keterangan resmi dari kepala desa Gebang Jaya.











