Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalPekerja Migran Indonesia

Pekerja Migran Dibiarkan Sakit Tanpa Ada Pengobatan Oleh Pihak Syarekah Maharah

474
×

Pekerja Migran Dibiarkan Sakit Tanpa Ada Pengobatan Oleh Pihak Syarekah Maharah

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia Asal Karawang

Dpnews Indonesia || Karawang – Seorang pekerja migran Indonesia asal kota lumbung padi Karawang yang dikabarkan  sudah lebih dari dua tahun bekerja menjadi Asisten Rumahtangga (ART) di negara penempatan  Saudi Arabia dan hampir putus asa ketika ingin kembali pulang ke Indonesia, kini pada Sabtu 9 November 2024 berhasil kumpul kembali bersama keluarga.

Di Bandara internasional Soekarno Hatta Tanggerang Banten, kepada awak media dpNews Indonesia, Nuryati warga kecamatan Majalaya Karawang, menceritakan kisah pilu ketika berada di sebuah Syarekah.

Baca juga :  Sepanjang 2024, Pemkab Purwakarta Tindaklanjuti 1.298 Aduan Masyarakat

Dimana ketika menderita sakit harus berobat sendiri, kebutuhan sehari hari  harus belanja dengan uang pribadi, sehingga gaji yang diterima pekerja migran Indonesia itupun terkuras habis ketika berada di Syarekah tersebut.

“Saya tidak bekerja karena sakit dan berada di Syarekah selama tiga bulan, ketika mengajukan pulang malah seolah dipermainkan, saya dipinta beli tiket sendiri, padahal saya sudah 2,6 bulan kerja disini,” ungkap Nuryati.

Wanita yang dibiarkan menderita sakit tanpa ada pengobatan karena harus mengeluarkan uang pribadi dan pernah dimintai sejumlah uang oleh pihak Syarekah Maharah Saudi Arabia itu juga mengharap ada keadilan untuk dirinya.

Baca juga :  Berbagi KaSAEan Menebar Keberkahan, Bupati Eman Suherman Salurkan Zakat Maal dan Pendistribusian Program SIGAP

“Saya minta keadilan pak, saya betul betul tersiksa ketika ada di Syarekah, banyak sekali kawan kawan saya yang menderita disana, sakit dipaksa untuk terus bekerja, luar biasa pak, saya merasa trauma,” pungkasnya.

Sementara itu aktivis dari posko pengaduan Dpnews Indonesia Reni N Sachria, yang ikut mengawal repatriasi Nuryati sangat menyayangkan dengan banyaknya kasus yang menimpa dan sangat merugikan para pekerja migran terutama di kawasan Timur Tengah, dugaan proses Unprosedural dari Indonesia berimbas dengan ketidak jelasan kontrak kerja juga lemahnya perlindungan di negara penempatan.

“Pemerintah harus turun tangan, perlindungan yang nyata harus betul betul dikedepankan, mereka Pekerja Migran Indonesia yang di Timur Tengah dan 99 persen diduga berangkat secara ilegal, tolong perhatikan jikalau pemberangkatan tidak bisa dihentikan,” tegasnya.

Baca juga :  Partai Demokrat Purwakarta Merayakan HUT Ke 23 Tahun Dikediaman Rumah Ketua (Daseng)
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!